PAMEKASAN – Dukungan terhadap penyelenggaraan The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur yang secara resmi menunjukkan komitmennya terhadap pelaksanaan konferensi internasional tersebut.
Bentuk dukungan itu terlihat melalui surat undangan resmi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IAEI Jawa Timur kepada seluruh komisariat IAEI di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ICIT 2026 yang akan digelar pada 5 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.
Dalam surat bernomor 134/Int./DPW-IAEI-JATIM/III/2026, IAEI Jawa Timur mengajak para dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi yang berafiliasi dengan IAEI untuk terlibat aktif dalam forum ilmiah internasional tersebut.
Konferensi internasional ini mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” yang bertujuan memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong kontribusi akademik dalam pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam.
Ketua IAEI Komisariat IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Aang Kunaifi, SE., M.E.I., menyampaikan bahwa dukungan dari IAEI Jawa Timur menjadi bukti sinergi antara organisasi profesi ekonomi Islam dan dunia akademik dalam mengembangkan pemikiran Islam kontemporer.
“IAEI Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ICIT 2026. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya surat undangan resmi kepada seluruh komisariat IAEI di perguruan tinggi se-Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional ini,” ujar Dr. Aang Kunaifi.
Menurutnya, keterlibatan IAEI Jawa Timur tidak hanya sebatas dukungan administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keilmuan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional maupun internasional.
“Forum ICIT ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan, memperkuat jaringan ilmiah, serta mendorong pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa DPW IAEI Jawa Timur memberikan fasilitas diskon 50 persen biaya pemakalah bagi peserta yang berasal dari perguruan tinggi yang telah berafiliasi sebagai komisariat IAEI di Jawa Timur. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak akademisi untuk mengirimkan karya ilmiah dan berpartisipasi aktif dalam konferensi tersebut.
Selain menghadirkan para akademisi nasional, ICIT 2026 juga akan menghadirkan pembicara internasional dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Kehadiran para pakar tersebut diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik mengenai ekonomi Islam, pendidikan, serta pemikiran keislaman dalam konteks global.
Dengan dukungan dari IAEI Jawa Timur dan berbagai institusi akademik, ICIT 2026 diharapkan menjadi forum ilmiah yang tidak hanya memperkuat tradisi riset di perguruan tinggi Islam, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan literasi keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.(vick)