304 Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Ikuti Yudisium, Ketua Yayasan Tekankan Pentingnya Muhasabah

PAMEKASAN –  Sebanyak 304 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan mengikuti yudisium serentak di Aula Al-Khairat Pamekasan, Kamis (15/10/2026).

Yudisium tersebut dihadiri Ketua Yayasan Al-Khairat, RKH. Ahmad Mahfud Abdul Kadir, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan Dr. Ali Ridho, M.S.I., jajaran pimpinan kampus, para dekan, serta ketua program studi.

Dalam sambutannya, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I menyampaikan bahwa pelaksanaan yudisium serentak di Aula Al-Khairat menjadi momen pertama bagi kampus. Ia juga mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan proses perkuliahan.

“Selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menuntaskan proses perkuliahan. Tidak semua orang bisa sampai pada tahap ini. Setelah ini, saudara akan kembali ke tengah masyarakat dengan tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh,” ujar Rektor.

Ia menegaskan, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Para lulusan justru memasuki tahap baru yang menuntut kemampuan untuk menerapkan ilmu sekaligus menjawab berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

Menurut Rektor, seluruh sivitas akademika IAI Al-Khairat Pamekasan kini mengantarkan kembali para lulusan kepada masyarakat agar ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Harapan kami, saudara bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ada ungkapan khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Prinsip inilah yang harus menjadi pegangan ketika saudara kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Terkait lokasi, pihak kampus masih mempertimbangkan tempat yang dinilai paling sesuai dan nyaman bagi para peserta maupun tamu undangan.

Pernyataan mengenai rencana lokasi wisuda tersebut disambut tepuk tangan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Khairat, RKH. Ahmad Mahfud Abdul Kadir, mengingatkan para lulusan bahwa kehidupan setelah kuliah memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda. Karena itu, mereka perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai situasi dengan bijaksana.

“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa, melainkan langkah menuju tahap kehidupan berikutnya. Tantangan setelah menyelesaikan kuliah bisa jadi lebih besar dan dinamis. Karena itu, saya berharap para lulusan IAI Al-Khairat siap menghadapinya tanpa rasa takut yang berlebihan,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya muhasabah atau evaluasi diri dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kebiasaan mengintrospeksi diri dapat membantu seseorang mengambil pelajaran dari setiap peristiwa dan memahami keadaan dari sudut pandang orang lain.

“Muhasabah merupakan salah satu kunci dalam menjalani kehidupan. Biasakan mengevaluasi diri dan belajar melihat suatu persoalan dengan bertanya, bagaimana jika hal itu terjadi pada diri kita sendiri? Dengan begitu, kita bisa lebih bijaksana dalam bersikap dan memahami orang lain,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang disampaikan Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam UIN Madura, Prof. Dr. H. Mohammad Thoha, M.Pd.I. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik.

Menurut Mohammad Thoha, pendidikan tinggi harus mampu membekali mahasiswa dengan kecerdasan intelektual, keterampilan, kekuatan spiritual, serta kepedulian sosial. Keempat aspek tersebut dibutuhkan agar lulusan dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan dunia kerja.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki gelar akademik. Lebih dari itu, kampus perlu membentuk sarjana yang memiliki kecerdasan intelektual, kematangan keterampilan, kekuatan spiritual, serta kepedulian terhadap masyarakat,” paparnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan pembaruan kurikulum, mengembangkan penelitian yang melibatkan mahasiswa, serta memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Di sisi lain, Mohammad Thoha mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas. Penguasaan ilmu pengetahuan perlu diimbangi dengan pengalaman organisasi, kegiatan sosial, hubungan keluarga yang harmonis, dan penguatan spiritualitas.

Melalui yudisium ini, IAI Al-Khairat Pamekasan berharap para lulusan dapat melanjutkan pengabdian dengan membawa ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Gelar akademik diharapkan menjadi bekal untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat. (vik)

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terbaru

Berita Terbaru