Pamekasan – Sebanyak 52 peserta mengikuti Seleksi Tahap I Program Beasiswa Magister (S2) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur di Auditorium IAI Al-Khairat Pamekasan, pada Sabtu (25/07/2026).
Seleksi tersebut meliputi Ujian Kitab Kuning atau Hafalan Al-Qur’an, Tes Potensi Akademik (TPA), serta Tes Wawasan Kebangsaan. Pelaksanaan seleksi ini menjadi bagian dari proses penjaringan calon penerima beasiswa program magister yang bekerja sama dengan LPPD Provinsi Jawa Timur.
Direktur Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ismail, M.Pd.I., mengatakan bahwa seleksi tersebut diikuti oleh peserta calon penerima Beasiswa S2 LPPD Provinsi Jawa Timur serta calon mahasiswa reguler.
“Untuk program beasiswa, peserta akan mengikuti beberapa rangkaian tes, mulai dari potensi akademik, baca kitab kuning Fathul Mu’in, hingga tahfidz Al-Qur’an bagi peserta yang memilih jalur tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil seleksi tahap pertama akan menjadi dasar pemeringkatan sebelum proses seleksi lanjutan yang dilakukan oleh LPPD Provinsi Jawa Timur.
“Dari 52 peserta akan diranking dan diambil 28 nilai tertinggi untuk mengikuti seleksi tahap kedua pada 6 Agustus. Selanjutnya, 15 peserta akan ditetapkan sebagai penerima beasiswa oleh LPPD Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.
Menurutnya, IAI Al-Khairat Pamekasan dipercaya sebagai mitra dalam pelaksanaan program beasiswa tersebut. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh proses dengan maksimal untuk memperoleh hasil terbaik.
“Kami berharap peserta dapat memaksimalkan seluruh kemampuan untuk mendapatkan nilai setinggi-tingginya. Penentuan penerima beasiswa nantinya menjadi kewenangan LPPD Provinsi Jawa Timur, sementara kami akan menyetorkan hasil nilai seleksi,” tuturnya.
Ia juga berharap peserta yang nantinya dinyatakan lolos dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menghasilkan penelitian yang memberikan dampak bagi masyarakat.
“Semoga yang lolos benar-benar memanfaatkan program ini dengan baik, berprestasi, lulus tepat waktu, dan menghasilkan temuan penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Bagi yang belum lolos, tetap dapat melanjutkan studi di IAI Al-Khairat, dan insyaallah kami akan menyediakan program yang dapat membantu meringankan biaya pendidikan,” pungkasnya.(pin/vik)