Categories
Blog Ebis

62 Kampus Ikuti Diskusi Ilmiah Ramadan “Online Ngabuburit 1447 H”

Pamekasan, Kegiatan diskusi ilmiah bertajuk 5th Online Ngabuburit 1447 H kembali digelar pada Ramadan tahun ini. Forum akademik yang berlangsung secara daring ini dilaksanakan selama 17 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan mengangkat tema “Ngabuburit Multidisiplin Ilmu, Kreativitas, dan Berkah: Dari Ruang Virtual Menuju Book Chapter.”

Program ini dilaksanakan oleh CV ODIS Olahdata Integra Solusindo bersama Yayasan Kharisma Venti Rahmawati sebagai ruang diskusi dan kolaborasi bagi akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai disiplin ilmu. Kegiatan ini memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk berbagi gagasan, pengalaman penelitian, serta perkembangan isu-isu keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain diskusi ilmiah, kegiatan ini juga mendorong para peserta untuk mengembangkan gagasan yang dipresentasikan menjadi karya ilmiah dalam bentuk book chapter. Dengan demikian, ide-ide yang muncul dalam forum tersebut tidak hanya berhenti pada diskusi daring, tetapi dapat terdokumentasi secara akademik dan dimanfaatkan oleh khalayak yang lebih luas.

Forum ini mendapat dukungan dari sejumlah lembaga, di antaranya Yayasan Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah, LSP Manisku, PT Pegadaian Area Madiun, Santri Institute Indonesia, serta PT ODIS Manajemen Indonesia.

Penyelenggara mencatat, kegiatan ini diikuti oleh 62 perguruan tinggi dan institusi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah UIN Sunan Ampel Surabaya, Binus University, Universitas Gunadarma, Universitas Terbuka, serta Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan.

Salah satu narasumber yang turut berpartisipasi dalam forum tersebut adalah Dr. Aang Kunaifi yang merupakan Kaprodi Ekonomi Syariah IAI Al-Khairat Pamekasan, yang menyampaikan materi berjudul Tipologi Gerakan Ekonomi Islam Indonesia. Dalam paparannya, ia membahas dinamika perkembangan gerakan ekonomi Islam di Indonesia, termasuk munculnya komunitas hijrah yang mulai terlibat dalam aktivitas kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan adanya potensi baru dalam pengembangan ekonomi syariah di tengah masyarakat.

“Saat ini kita melihat komunitas hijrah tidak hanya bergerak dalam aspek spiritual, tetapi juga mulai masuk ke wilayah ekonomi dan kewirausahaan. Jika dikelola dengan baik, potensi ini bisa menjadi bagian dari penguatan gerakan ekonomi Islam di Indonesia,” ujar Dr. Aang Kunaifi dalam forum diskusi tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi Islam.

“Perlu ada ruang dialog yang terbuka antara akademisi, komunitas, dan pemangku kebijakan. Dengan begitu, gagasan yang muncul dari masyarakat bisa terhubung dengan pengembangan ekonomi syariah secara lebih luas,” pungkasnya.(vick)

Categories
Blog Ebis

IAEI Jawa Timur Dukung Penuh Pelaksanaan The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 di IAI Al-Khairat Pamekasan

PAMEKASAN – Dukungan terhadap penyelenggaraan The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur yang secara resmi menunjukkan komitmennya terhadap pelaksanaan konferensi internasional tersebut.

Bentuk dukungan itu terlihat melalui surat undangan resmi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IAEI Jawa Timur kepada seluruh komisariat IAEI di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ICIT 2026 yang akan digelar pada 5 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam surat bernomor 134/Int./DPW-IAEI-JATIM/III/2026, IAEI Jawa Timur mengajak para dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi yang berafiliasi dengan IAEI untuk terlibat aktif dalam forum ilmiah internasional tersebut.

Konferensi internasional ini mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” yang bertujuan memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong kontribusi akademik dalam pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam.

Ketua IAEI Komisariat IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Aang Kunaifi, SE., M.E.I., menyampaikan bahwa dukungan dari IAEI Jawa Timur menjadi bukti sinergi antara organisasi profesi ekonomi Islam dan dunia akademik dalam mengembangkan pemikiran Islam kontemporer.

“IAEI Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ICIT 2026. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya surat undangan resmi kepada seluruh komisariat IAEI di perguruan tinggi se-Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional ini,” ujar Dr. Aang Kunaifi.

Menurutnya, keterlibatan IAEI Jawa Timur tidak hanya sebatas dukungan administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keilmuan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional maupun internasional.

“Forum ICIT ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan, memperkuat jaringan ilmiah, serta mendorong pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa DPW IAEI Jawa Timur memberikan fasilitas diskon 50 persen biaya pemakalah bagi peserta yang berasal dari perguruan tinggi yang telah berafiliasi sebagai komisariat IAEI di Jawa Timur. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak akademisi untuk mengirimkan karya ilmiah dan berpartisipasi aktif dalam konferensi tersebut.

Selain menghadirkan para akademisi nasional, ICIT 2026 juga akan menghadirkan pembicara internasional dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Kehadiran para pakar tersebut diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik mengenai ekonomi Islam, pendidikan, serta pemikiran keislaman dalam konteks global.

Dengan dukungan dari IAEI Jawa Timur dan berbagai institusi akademik, ICIT 2026 diharapkan menjadi forum ilmiah yang tidak hanya memperkuat tradisi riset di perguruan tinggi Islam, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan literasi keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.(vick)