Categories
Blog

ICIT 2026 Libatkan 105 Penulis dari Berbagai Negara, Bahas Literasi Keuangan Syariah

Pamekasan – The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 yang mengusung tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” sukses digelar pada Selasa, 5 Mei 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional serta ratusan peserta dari berbagai negara.

Konferensi ini dibuka dengan sambutan dari Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I, serta Roeland Monasch selaku CEO Aflatoun International. Acara juga menghadirkan MC Ya-Ling Chao selaku Aflatoun Regional Program Manager – Asia-Pasific dan dimoderatori oleh Dr. Clarashinta Canggih, S.E., CIFP, Assisten Professor at Islamic Economics Program.

Sejumlah keynote speaker turut meramaikan forum ilmiah ini, di antaranya : Dr. Khairunnisa Musari, Associate International dari Iranian Association of Islamic Finance (IAIF), Indonesia. Dr. Ghadeer Ahmad Khalil, Assistant Professor, Zarqa Private University, Yordania. Zunara Nauman, Education Technical Specialist, Aflatoun International. Nancy Abu Hanyyaneh, Regional Program Manager Aflatoun untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ketua Panitia, Dr. Aang Kunaifi, M.E.I, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dalam konferensi ini sangat tinggi. Para peserta mengikuti rangkaian acara sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dengan penuh semangat.

“Antusiasme para peserta luar biasa. Mereka mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan sangat aktif,” ujarnya.

Sebagai host, LekDis Nusantara yang merupakan NGO underbouw Aflatoun International menyampaikan apresiasi atas kesuksesan acara ini. Suryadi selaku perwakilan menyebut ICIT 2026 sebagai ajang kolaborasi global yang membanggakan.

“Kami sangat mengapresiasi kesuksesan acara ini dan berharap dapat terus bekerja sama dalam penyelenggaraan ICIT berikutnya,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris IAEI DPW Jawa Timur, Khairunnisa Musari yang juga menjadi keynote speaker, mengaku bahagia dapat terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, ICIT 2026 tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring internasional.

“Selain berbagi dengan pembicara dan peserta internasional terkait keuangan syariah, event ini juga menjadi sarana silaturahmi dan penyamaan visi di bidang ekonomi Islam. Kami siap untuk terus berkolaborasi dalam event selanjutnya bersama Al-Khairat dan Aflatoun,” ungkap Musari.

Dalam sesi paralel, panitia mencatat terdapat 105 penulis yang terlibat dengan total 65 paper yang dipresentasikan dalam empat ruang berbeda. Peserta berasal dari berbagai negara, termasuk Pakistan, Bangladesh, dan Malaysia.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan penghargaan kepada para peserta terbaik, meliputi tiga kategori Best Presenter, tiga kategori Best Paper, dan tiga tim penulis kategori Best Engagement. Nama-nama pemenang akan diumumkan secara resmi pada Jumat, 8 Mei 2026 melalui website IAI Al-Khairat.

Konferensi ini juga membuka peluang publikasi bagi paper yang diterima di sejumlah jurnal bereputasi, seperti Sinta 2 hingga jurnal internasional. (vick)

Categories
Blog Ebis ESY Tarbiyah Ushuluddin

258 Peserta Ikuti ICIT 2026 Secara Daring, Soroti Literasi Keuangan Syariah

Pamekasan – Konferensi internasional The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 sukses diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026. Mengusung tema Islamic Financial Literacy for Sustainable Development, kegiatan ini diikuti sebanyak 258 peserta dari berbagai negara.

Konferensi ini merupakan kolaborasi antara Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan dan Aflatoun International bersama sejumlah mitra lainnya.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah keynote speaker dari berbagai negara dan institusi, yakni: Dr. Khairunnisa Musari, Associate International dari Iranian Association of Islamic Finance (IAIF), Indonesia. Dr. Ghadeer Ahmad Khalil, Assistant Professor, Zarqa Private University, Yordania. Zunara Nauman, Education Technical Specialist, Aflatoun International. Nancy Abu Hanyyaneh, Regional Program Manager Aflatoun untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sambutan pembuka disampaikan CEO Aflatoun International, Roeland Monasch. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan keuangan saat ini bukan hanya soal akses, tetapi juga bagaimana pendidikan tersebut relevan dengan latar belakang sosial, budaya, dan nilai yang dianut peserta didik.

Menurut Roeland, pendekatan inklusif menjadi kunci agar pendidikan benar-benar berdampak luas dan berkelanjutan.

“Agar pendidikan sosial dan keuangan benar-benar bersifat transformatif, maka pendidikan tersebut harus inklusif. Inklusivitas berarti mampu mengakomodasi nilai-nilai, keyakinan, serta berbagai situasi sosial, ekonomi, dan budaya yang spesifik,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti realitas yang dihadapi generasi muda, khususnya di komunitas Muslim, yang membutuhkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya terbuka, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai yang mereka yakini.

“Kami menyadari bahwa bagi jutaan anak muda—terutama di komunitas Muslim—mereka membutuhkan lebih dari sekadar akses. Mereka juga membutuhkan keselarasan dengan nilai-nilai yang mereka yakini,” ungkapnya.

Dalam konteks itu, penyelenggaraan ICIT dinilai menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan tersebut bisa diwujudkan dalam praktik.

“Acara ICIT hari ini merupakan contoh nyata bagaimana kita dapat menyelaraskan alat-alat keuangan praktis dengan prinsip dan keyakinan etis,” pungkasnya.

Selannjutnya, Rektor Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, dalam sambutannya menekankan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas negara dalam pengembangan keuangan syariah.

Menurutnya, terselenggaranya kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman di tingkat global.

“Kami bersyukur konferensi internasional di bidang keuangan syariah ini dapat terselenggara dengan lancar. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis sekaligus wadah penting untuk berbagi pengetahuan, hasil riset, dan pengalaman di tingkat global,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan keuangan syariah tidak hanya sebagai disiplin ilmu, tetapi juga sebagai praktik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“IAI Al-Khairat Pamekasan berkomitmen mendukung pengembangan keuangan syariah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keuangan syariah bukan hanya kajian akademik, tetapi juga sistem praktis yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan kesejahteraan sosial,” ungkapnya.

Selain itu, penguatan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa juga menjadi perhatian utama, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

“Melalui berbagai program akademik dan kolaborasi, kami berupaya membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktis di bidang keuangan syariah,” pungkasnya.

Pada sesi penutupan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Dr. H. Mawardi, menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan Islam dalam membangun pemahaman ekonomi syariah yang komprehensif di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang internalisasi nilai-nilai ekonomi Islam yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan.

“Lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman generasi muda terhadap prinsip ekonomi Islam yang menjunjung keadilan, transparansi, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penguatan literasi keuangan syariah perlu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Penguatan literasi keuangan syariah tidak boleh berhenti pada aspek teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, ia berharap hasil konferensi ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan kebijakan di masa depan.

“Berbagai perspektif, hasil riset, serta rekomendasi dari konferensi ini dapat menjadi masukan berharga bagi Kementerian Agama,” pungkasnya. (vick)

 

Categories
Blog Informasi

Pengumuman Hasil Tes Gelombang I PMB 2026/2027

PamekasanInstitut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan resmi mengumumkan hasil seleksi calon mahasiswa baru Gelombang I untuk Tahun Akademik 2026/2027. Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor A/076.010IAI.AK/IV/2026 tentang Penetapan Kelulusan Peserta Tes.

Dalam keputusan tersebut, sejumlah peserta dinyatakan lulus seleksi Gelombang I. Daftar nama peserta yang lolos tercantum dalam lampiran surat keputusan.

Pihak kampus menyampaikan, calon mahasiswa yang dinyatakan lulus diwajibkan untuk segera melakukan proses herregistrasi. Proses tersebut dilakukan melalui BAUK dengan pembayaran di Bank Jatim Syariah.

Adapun jadwal herregistrasi dibuka mulai 28 April hingga 30 Mei 2026. Peserta diimbau untuk tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Berikut nama-nama yang lulus tes Gelombang I PMB 2026/2027. <Klik disini>

Categories
Blog Ushuluddin

Mahasiswi KIP IAI Al-Khairat Pamekasan Raih Juara IV MHQ Nasional

Pamekasan – Mahasiswi IAI Al-Khairat Pamekasan, Nur Aini, meraih Juara IV dalam ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Battle 15 Juz tingkat nasional yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 21 April 2026.

Nur Aini merupakan mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sekaligus penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam cabang hafalan Al-Qur’an 15 juz.

Dalam keterangannya, Nur Aini menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menyelesaikan perlombaan dengan baik. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi saya untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa persiapan dilakukan secara bertahap dengan menjaga konsistensi murojaah (mengulang hafalan) setiap hari.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan mahasiswa di kampus.

“Kami mengapresiasi usaha mahasiswa yang telah mengikuti kompetisi ini. Semoga hasil ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan,” katanya.

Pihak kampus berharap pengalaman yang diperoleh dalam ajang tersebut dapat mendorong mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kegiatan serupa di tingkat regional maupun nasional.

Categories
Blog

Pengumuman Nominee Presenter ICIT 2026 Resmi Dirilis

Pamekasan, 16 April 2026 – Panitia The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 secara resmi mengumumkan daftar nominee presenter yang telah lolos seleksi abstrak. Konferensi internasional ini mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” dan menjadi ajang akademik bergengsi bagi para peneliti serta akademisi dari berbagai institusi.

Dalam pengumuman tersebut, panitia menyampaikan bahwa seluruh abstrak yang masuk telah melalui proses review yang ketat. Para peserta yang dinyatakan lolos berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu pengumpulan full paper dan slide presentasi (PPT).

Sebanyak 50 karya ilmiah dari berbagai bidang, seperti Education and Teacher Training, Islamic Economic and Business, Sharia & Islamic Thought, hingga Ushuluddin and Philosophy, berhasil masuk dalam daftar nominee. Para penulis berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri, menunjukkan tingginya antusiasme dan kualitas kontribusi dalam konferensi ini.

Panitia menetapkan batas akhir pengumpulan full paper dan PPT pada 30 April 2026. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti template resmi yang telah disediakan guna menjaga konsistensi dan kualitas presentasi.

Ketua pelaksana dan sekretaris eksekutif konferensi menyampaikan harapan agar para nominee dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam forum ilmiah ini. Selain itu, peserta juga diminta untuk segera melakukan registrasi ulang melalui tautan resmi sebelum batas waktu yang ditentukan.

Konferensi ICIT 2026 diharapkan menjadi wadah strategis dalam pengembangan pemikiran Islam, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan syariah yang berkelanjutan di tengah tantangan global.

Klik untuk info selengkapnya <<disini>>

Categories
Blog

Batas Waktu Pengumpulan Abstrak ICIT 2026 Diperpanjang hingga 15 April

Pamekasan — Panitia The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 resmi mengumumkan perpanjangan batas waktu pengumpulan abstrak bagi para peserta. Kebijakan ini diambil seiring dengan meningkatnya jumlah partisipan yang menunjukkan minat untuk berkontribusi dalam konferensi internasional tersebut.

Konferensi yang mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” ini sebelumnya menetapkan batas akhir pengumpulan abstrak pada jadwal awal. Namun, guna memberikan kesempatan yang lebih luas kepada akademisi, peneliti, dan praktisi, panitia memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu hingga 15 April 2026.

Panitia menyampaikan bahwa antusiasme peserta yang tinggi menjadi salah satu faktor utama di balik keputusan ini. Selain itu, perpanjangan ini diharapkan dapat memberikan waktu tambahan bagi calon peserta untuk mempersiapkan abstrak yang lebih berkualitas.

ICIT 2026 merupakan forum ilmiah internasional yang menghadirkan berbagai pembicara dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka pada jurnal-jurnal bereputasi.

Panitia mengimbau kepada seluruh calon peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan segera melakukan pengumpulan abstrak sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Untuk informasi lebih lanjut dan proses pendaftaran, peserta dapat mengakses laman resmi melalui tautan yang telah disediakan oleh panitia.

Categories
Blog Ebis

62 Kampus Ikuti Diskusi Ilmiah Ramadan “Online Ngabuburit 1447 H”

Pamekasan, Kegiatan diskusi ilmiah bertajuk 5th Online Ngabuburit 1447 H kembali digelar pada Ramadan tahun ini. Forum akademik yang berlangsung secara daring ini dilaksanakan selama 17 Februari hingga 14 Maret 2026 dengan mengangkat tema “Ngabuburit Multidisiplin Ilmu, Kreativitas, dan Berkah: Dari Ruang Virtual Menuju Book Chapter.”

Program ini dilaksanakan oleh CV ODIS Olahdata Integra Solusindo bersama Yayasan Kharisma Venti Rahmawati sebagai ruang diskusi dan kolaborasi bagi akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai disiplin ilmu. Kegiatan ini memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk berbagi gagasan, pengalaman penelitian, serta perkembangan isu-isu keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain diskusi ilmiah, kegiatan ini juga mendorong para peserta untuk mengembangkan gagasan yang dipresentasikan menjadi karya ilmiah dalam bentuk book chapter. Dengan demikian, ide-ide yang muncul dalam forum tersebut tidak hanya berhenti pada diskusi daring, tetapi dapat terdokumentasi secara akademik dan dimanfaatkan oleh khalayak yang lebih luas.

Forum ini mendapat dukungan dari sejumlah lembaga, di antaranya Yayasan Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah, LSP Manisku, PT Pegadaian Area Madiun, Santri Institute Indonesia, serta PT ODIS Manajemen Indonesia.

Penyelenggara mencatat, kegiatan ini diikuti oleh 62 perguruan tinggi dan institusi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah UIN Sunan Ampel Surabaya, Binus University, Universitas Gunadarma, Universitas Terbuka, serta Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan.

Salah satu narasumber yang turut berpartisipasi dalam forum tersebut adalah Dr. Aang Kunaifi yang merupakan Kaprodi Ekonomi Syariah IAI Al-Khairat Pamekasan, yang menyampaikan materi berjudul Tipologi Gerakan Ekonomi Islam Indonesia. Dalam paparannya, ia membahas dinamika perkembangan gerakan ekonomi Islam di Indonesia, termasuk munculnya komunitas hijrah yang mulai terlibat dalam aktivitas kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan adanya potensi baru dalam pengembangan ekonomi syariah di tengah masyarakat.

“Saat ini kita melihat komunitas hijrah tidak hanya bergerak dalam aspek spiritual, tetapi juga mulai masuk ke wilayah ekonomi dan kewirausahaan. Jika dikelola dengan baik, potensi ini bisa menjadi bagian dari penguatan gerakan ekonomi Islam di Indonesia,” ujar Dr. Aang Kunaifi dalam forum diskusi tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi Islam.

“Perlu ada ruang dialog yang terbuka antara akademisi, komunitas, dan pemangku kebijakan. Dengan begitu, gagasan yang muncul dari masyarakat bisa terhubung dengan pengembangan ekonomi syariah secara lebih luas,” pungkasnya.(vick)

Categories
Blog Ebis

IAEI Jawa Timur Dukung Penuh Pelaksanaan The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 di IAI Al-Khairat Pamekasan

PAMEKASAN – Dukungan terhadap penyelenggaraan The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur yang secara resmi menunjukkan komitmennya terhadap pelaksanaan konferensi internasional tersebut.

Bentuk dukungan itu terlihat melalui surat undangan resmi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IAEI Jawa Timur kepada seluruh komisariat IAEI di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ICIT 2026 yang akan digelar pada 5 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam surat bernomor 134/Int./DPW-IAEI-JATIM/III/2026, IAEI Jawa Timur mengajak para dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi yang berafiliasi dengan IAEI untuk terlibat aktif dalam forum ilmiah internasional tersebut.

Konferensi internasional ini mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” yang bertujuan memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong kontribusi akademik dalam pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam.

Ketua IAEI Komisariat IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Aang Kunaifi, SE., M.E.I., menyampaikan bahwa dukungan dari IAEI Jawa Timur menjadi bukti sinergi antara organisasi profesi ekonomi Islam dan dunia akademik dalam mengembangkan pemikiran Islam kontemporer.

“IAEI Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ICIT 2026. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya surat undangan resmi kepada seluruh komisariat IAEI di perguruan tinggi se-Jawa Timur untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional ini,” ujar Dr. Aang Kunaifi.

Menurutnya, keterlibatan IAEI Jawa Timur tidak hanya sebatas dukungan administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keilmuan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional maupun internasional.

“Forum ICIT ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan, memperkuat jaringan ilmiah, serta mendorong pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa DPW IAEI Jawa Timur memberikan fasilitas diskon 50 persen biaya pemakalah bagi peserta yang berasal dari perguruan tinggi yang telah berafiliasi sebagai komisariat IAEI di Jawa Timur. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak akademisi untuk mengirimkan karya ilmiah dan berpartisipasi aktif dalam konferensi tersebut.

Selain menghadirkan para akademisi nasional, ICIT 2026 juga akan menghadirkan pembicara internasional dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Kehadiran para pakar tersebut diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik mengenai ekonomi Islam, pendidikan, serta pemikiran keislaman dalam konteks global.

Dengan dukungan dari IAEI Jawa Timur dan berbagai institusi akademik, ICIT 2026 diharapkan menjadi forum ilmiah yang tidak hanya memperkuat tradisi riset di perguruan tinggi Islam, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan literasi keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.(vick)

Categories
Blog

IAI Al-Khairat Pamekasan to Host the 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026

Pamekasan, Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan will host the 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026, an international academic forum that brings together scholars, researchers, and practitioners to discuss contemporary issues in Islamic thought and financial literacy.

The conference carries the theme “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development.” This event aims to strengthen global academic collaboration while encouraging discussions on the role of Islamic values and financial education in achieving sustainable development.

The conference will be held online via Zoom on Tuesday, May 5th, 2026, and will involve participants from various countries.

The opening session will feature Dr. Ali Ridho, M.S.I., Rector of IAI Al-Khairat Pamekasan, alongside Roeland Monasch, CEO of Aflatoun International from Amsterdam, The Netherlands, who will deliver the welcome speeches. The session will be moderated by Ya-Ling Chao, Aflatoun Regional Coordinator for Asia.

The conference will also present several distinguished keynote speakers from different parts of the world, including:

  • Dr. Khairunnisa Musari, Associate International of the Iranian Association of Islamic Finance (IAIF) and Secretary of the Indonesian Association of Islamic Economists (IAEI) for the East Java Provincial Board.

  • Dr. Ghadeer Ahmad Khalil (Al-Sheikh Khalil), Assistant Professor in the Department of Islamic Banking at Zarqa Private University, Jordan.

  • Zanura Nauman, Education Specialist at Aflatoun International, Amsterdam, The Netherlands.

  • Nancy Abu Hanyyaneh, Aflatoun Regional Coordinator for the Middle East and North Africa.

This international conference will cover several academic fields, including Education and Teacher Training, Islamic Economics and Business, Ushuluddin and Philosophy, as well as Sharia and Islamic Thought.

In addition to academic discussions, the conference provides opportunities for scholars to publish their research. Accepted papers will have the possibility to be published in several reputable journals such as Fikrotuna (Sinta 3), JKPI (Sinta 3), MJIFM (Sinta 4), JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah (Sinta 4), JSPAI, INVESTI, and the International Journal of Multifinance.

Registration for participants is free of charge, while presenters are required to pay a conference fee of IDR 100,000. All participants will receive an e-certificate after attending the conference.

The registration and call for papers are open from January 24 to April 30, 2026, while the abstract submission deadline is March 31, 2026.

Through this international conference, IAI Al-Khairat Pamekasan hopes to strengthen academic networks and contribute to the development of Islamic scholarship, particularly in the field of Islamic financial literacy for sustainable development.

For registration and more information, please visit:
bit.ly/ICIT2026

Template download here.

Categories
Blog

IAI Al-Khairat Pamekasan Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan MA Mambaul Ulum Bata-Bata

Pamekasan – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan bersama MA Mambaul Ulum Bata-Bata melaksanakan kegiatan seremonial kerja sama dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam pengembangan pendidikan.(10/03/2026)

Dalam sambutannya, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan Dr. Ali Ridho, M.S.I menyampaikan bahwa penandatanganan MoU antara kedua lembaga sebenarnya telah dilaksanakan pada 1 Juli 2025. Namun, kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan seremonial sebagai bentuk penguatan komitmen kerja sama antara IAI Al-Khairat Pamekasan dan MA Mambaul Ulum Bata-Bata.

Rektor juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala MA Mambaul Ulum Bata-Bata dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Ustadz Abdul Waris Husni selaku Kepala Sekolah MA Mambaul Ulum Bata-Bata di kampus IAI Al-Khairat Pamekasan. Kehadiran beliau tentu menjadi kebahagiaan bagi kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa keberadaan dan perkembangan IAI Al-Khairat Pamekasan tidak bisa lepas dari kontribusi lembaga pendidikan di lingkungan pesantren, termasuk MA Mambaul Ulum Bata-Bata. Rektor juga menyebut bahwa Kepala MA Mambaul Ulum Bata-Bata merupakan salah satu alumni IAI Al-Khairat Pamekasan.

“Terlebih lagi Ustadz Abdul Waris Husni merupakan alumni IAI Al-Khairat Pamekasan, sehingga kami berharap beliau terus memberikan masukan dan kontribusi bagi kemajuan kampus ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MA Mambaul Ulum Bata-Bata, Ustadz Abdul Waris Husni, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak IAI Al-Khairat Pamekasan.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari keluarga besar IAI Al-Khairat Pamekasan. Semoga kerja sama yang terjalin ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kedua lembaga, baik MA Mambaul Ulum Bata-Bata maupun IAI Al-Khairat Pamekasan, khususnya dalam kemajuan pendidikan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam kegiatan tersebut terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

“Kami mohon maaf apabila dalam kesempatan ini terdapat hal yang kurang berkenan. Bagi kami, ini merupakan suatu kehormatan karena kami juga merupakan bagian dari alumni IAI Al-Khairat Pamekasan,” pungkasnya.

Melalui kerja sama ini, kedua lembaga berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren.(vick)