Categories
Blog

Pengumuman Hasil Tes Gelombang II PMB 2026/2027

PAMEKASAN – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan secara resmi merilis penetapan kelulusan bagi peserta tes calon mahasiswa baru Gelombang II untuk Tahun Akademik 2026/2027Pengumuman dengan nomor surat C/076.074/ΙΑΙ.AK/IV/2026 ini mencakup hasil seleksi dari berbagai program studi yang tersedia.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus untuk melakukan herregistrasi di BAUK pada tanggal 16 Juni s.d 16 Juli 2026

Bagi peserta yang dinyatakan Tidak Lulus, pihak kampus mewajibkan mereka untuk mengikuti Tes Matrikulasi sebagai syarat tindak lanjut. Adapun jadwal pelaksanaan tes matrikulasi adalah sebagai berikut:

  • Tanggal: 18 Juni 2026.
  • Waktu: Pukul 14:00 WIB.
  • Tempat: Sekretariat PMB 2026 (Kantor BAK)

Informasi lebih lanjut mengenai proses herregistrasi bagi peserta yang lulus dapat diakses melalui layanan informasi di kampus IAI Al-Khairat Pamekasan atau menghubugi admin PMB di 087778550581

Berikut hasil tes gelombang II <Klik disini>

Categories
Blog Ebis

Dosen IAI Al Khairat Raih Penghargaan di Workshop Nasional Keuangan Syariah

Surabaya – Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Jawa Timur bekerja sama dengan Iqtishat Consulting Indonesia dan Universitas Airlangga Surabaya menggelar Workshop Nasional Keuangan Syariah Berbasis Kompetensi pada Produk dan Manajemen Multi Finance di Surabaya, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, praktisi, dan masyarakat umum sebagai upaya memperkuat kompetensi serta literasi di bidang keuangan syariah.

Dalam kegiatan tersebut, Institut Agama Islam (IAI) Al Khairat Pamekasan mengirimkan tiga dosen sebagai delegasi, yakni Matnin dari Program Studi Perbankan Syariah, Taufiq Aris Saputra dan Qayyim Asy’ar dari Program Studi Ekonomi Syariah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Pada penutupan acara, Iqtishat Consulting Indonesia memberikan penghargaan kepada peserta yang dinilai aktif selama mengikuti workshop. Penghargaan tersebut diterima oleh Matnin dan Taufiq Aris Saputra sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi mereka dalam setiap sesi kegiatan.

Taufiq Aris Saputra mengatakan bahwa workshop ini memberikan penguatan literasi keilmuan, khususnya dalam bidang produk dan manajemen multi finance berbasis syariah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang efektif untuk memperluas wawasan akademisi maupun praktisi mengenai perkembangan industri keuangan syariah.

“Kegiatan ini menjadi penguatan literasi keilmuan khususnya dalam bidang produk dan manajemen multi finance bagi dosen sebagai akademisi, praktisi, dan masyarakat secara umum,” ujarnya.

Workshop yang diselenggarakan IAEI Jawa Timur bersama Iqtishat Consulting Indonesia ini juga menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong pengembangan keuangan syariah berbasis kompetensi. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas aspek teoritis, tetapi juga memberikan gambaran mengenai praktik pengelolaan produk dan manajemen lembaga pembiayaan syariah sesuai kebutuhan industri.

Categories
Blog

IAI Al-Khairat Pamekasan Jadi Mitra Beasiswa Magister PAI Pemprov Jatim 2026

Pamekasan – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan ditunjuk sebagai mitra pelaksana Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) untuk Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2026.

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam melalui jenjang pendidikan magister.

Berdasarkan undangan peluncuran program yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kegiatan launching Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 berlangsung pada Rabu, 1 Juni 2026, di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang dipercaya menjadi mitra pelaksana, IAI Al-Khairat Pamekasan akan berperan dalam penyelenggaraan Program Magister Pendidikan Agama Islam bagi penerima beasiswa yang berasal dari jalur yang ditetapkan oleh LPPD Provinsi Jawa Timur.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi para guru, tenaga kependidikan, maupun insan pesantren yang ingin meningkatkan kompetensi akademik di bidang Pendidikan Agama Islam sekaligus memperkuat kualitas pendidikan Islam di Jawa Timur.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., mengatakan bahwa penunjukan kampus IAI Al-Khairat sebagai mitra pelaksana Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui LPPD kepada IAI Al-Khairat Pamekasan sebagai mitra pelaksana Program Magister Pendidikan Agama Islam Tahun 2026. Kepercayaan ini menjadi amanah yang akan kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab melalui tata kelola akademik yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren dan pendidikan Islam.” Katanya.

Lebih lanjut, Rektor Ali Ridho menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat pesantren sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Jawa Timur.

“Kami berharap program beasiswa ini dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi para guru, tenaga kependidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. IAI Al-Khairat Pamekasan berkomitmen menjadi mitra yang mampu menghadirkan pendidikan yang unggul, berintegritas, serta melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan agama Islam dan kemajuan masyarakat.” Pungkasnya.

Categories
Kampus

Logo dan Mars

Logo IAI Al-Khairat

Ketentuan Penggunaan Logo

Logo IAI Al-Khairat Pamekasan digunakan hanya untuk keperluan resmi kampus seperti surat, proposal, banner, media sosial, sertifikat, dan kegiatan organisasi yang berkaitan dengan kampus. Penggunaan logo harus memakai bentuk dan warna asli tanpa diubah, diputar, dipotong, atau ditambahkan efek lain yang merusak identitas logo. Logo juga harus tetap proporsional dan terlihat jelas saat dicetak maupun dipublikasikan. Penggunaan untuk kepentingan komersial, politik, atau di luar kegiatan resmi kampus sebaiknya mendapat izin dari pihak kampus.

Mars IAI Al-Khairat

Didalam naungan sang pencipta serta bimbingan nya
dalam asuhan para pembina
Demi nusa dan bangsa
institut agama Islam Al khairat jaya…
akhlak serta ilmu dasarnya membina bangsa dan negara,
hai mahasiswa semua
serentak maju bersama teladan para remaja muslimin Indonesia,
institut agama Islam Al khairat jaya..
Akhlak serta ilmu dasarnya membina bangsa dan negara
Akhlak serta ilmu dasarnya
Membina bangsa dan negara

Categories
Blog Ebis

Angkat Isu Literasi Keuangan Syariah Gen-Z, Linda Ayuni Raih Best Engagement ICIT 2026

Pamekasan – Mahasiswi Program Studi Islamic Economics semester 4 Linda Ayuni berhasil meraih penghargaan 1st Winner of Best Engagement dalam ajang The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (5/5/2026).

Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” dan diikuti sebanyak 258 peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Linda Ayuni merupakan mahasiswi asal Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Dalam kegiatan tersebut, ia tergabung di Room 4 dan mempresentasikan paper berjudul “Enhancing Islamic Financial Literacy Using Digital Platforms And Fintech Innovations Among Gen-Z.”

Penelitian yang dipresentasikan Linda bersama timnya menyoroti rendahnya tingkat literasi keuangan syariah di kalangan Generasi Z, meskipun kelompok tersebut dinilai aktif dan akrab dengan media digital serta teknologi finansial.

Dalam paparannya, tim peneliti menawarkan solusi melalui pemanfaatan platform digital dan inovasi fintech dengan menghadirkan konten edukasi terkait literasi keuangan Islam yang lebih interaktif dan mudah diakses generasi muda.

Usai mengikuti konferensi internasional tersebut, Linda mengaku sempat merasa gugup karena pengalaman tersebut merupakan kali pertama baginya tampil dalam forum akademik internasional.

“Pertama tama bersyukur dan bahagia banget bisa ikut event seru dan menegangkan ini. Alhamdulillah bisa tetap bertahan sampai akhir padahal awalnya pengen berhenti karena takut karena pengalaman pertama kali,” ujar Linda.

Ia menambahkan, rasa lega mulai dirasakan setelah sesi presentasi selesai dilaksanakan.

“Setelah melewati sesi presentasi, agak lega dan bahagia rasanya. Terharu banget bisa bertahan sampai selesai,” katanya.

Menurut Linda, isu literasi keuangan syariah di kalangan Gen-Z perlu mendapat perhatian lebih karena penggunaan layanan digital keuangan saat ini dinilai lebih tinggi dibanding tingkat pemahaman masyarakat terhadap konsep keuangan syariah itu sendiri.

“Gen-Z sudah aktif dan mahir menggunakan media digital, tetapi literasi atau pemahaman mereka tentang keuangan syariah masih minim. Penggunaannya lebih besar daripada pemahamannya,” ungkapnya.

Karena itu, ia dan tim peneliti mendorong penggunaan media digital dan fintech sebagai sarana edukasi keuangan syariah yang lebih efektif dan sesuai dengan karakter generasi muda.

“Dengan menghadirkan video atau konten edukasi tentang literasi keuangan Islam, pendekatan ini dinilai cocok untuk Gen-Z yang cepat, praktis, dan interaktif,”pungkasnya.(vick)

Categories
Blog

ICIT 2026 Selesai Digelar, Berikut Peserta Penerima Penghargaan Terbaik

Pamekasan – The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 sukses digelar secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026.

Konferensi internasional yang mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” ini diikuti sebanyak 258 peserta dari berbagai negara, mulai dari akademisi, peneliti, dosen hingga mahasiswa.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah terkait penguatan literasi keuangan syariah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang. Berbagai topik dipresentasikan dalam konferensi ini, mulai dari ekonomi Islam, pendidikan, filantropi, hingga perkembangan teknologi dalam perspektif Islam.

Selain sesi pemaparan paper, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dalam tiga kategori utama, yakni Best Presenter Award, Best Paper Award, dan Best Engagement Award. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas presentasi, kontribusi akademik, partisipasi aktif, serta keterlibatan peserta selama konferensi berlangsung.

Pada kategori Best Presenter Award, juara pertama diraih oleh Ika Yunia Fauzia bersama tim kolaborasi lintas universitas Indonesia dan Mesir melalui paper berjudul “The Maqashid Sharia Approach on the Ontology of Islamic Green Economy”. Posisi kedua ditempati Musa Al Kadzim dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan karya ilmiah tentang keadilan ekonomi dalam feminisme Islam. Sementara juara ketiga diraih Badik Santoso dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui penelitian mengenai tantangan implementasi penjaminan mutu pendidikan madrasah.

Sementara itu, pada kategori Best Paper Award, penghargaan terbaik berhasil diraih Mohd. Huefiros Efizi bin Husain bersama tim dari Malaysia dan Indonesia melalui paper yang membahas penetapan upah minimum berdasarkan perspektif maqasid syariah di Malaysia dan Indonesia. Juara kedua diraih Piet Hizbullah Khaidir dari STIQSI Lamongan dengan kajian mengenai otoritas keagamaan tradisional dan kecerdasan buatan di era post-truth. Sedangkan posisi ketiga ditempati Ni’mal Chala dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui riset inovasi filantropi Islam berbasis budaya pesantren dalam memperkuat literasi keuangan madrasah.

Pada kategori Best Engagement Award, juara pertama diraih Linda Ayuni dari Prodi Ekonomi Syariah IAI Al-Khairat Pamekasan melalui paper tentang pemanfaatan platform digital dan inovasi fintech untuk meningkatkan literasi keuangan syariah generasi Z. Posisi kedua diraih Rasyidin dari STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Adapun juara ketiga diraih Shariar Hasan dari University of Science and Technology Chittagong dengan penelitian mengenai hubungan pemikiran Islam dan Sustainable Development Goals (SDGs) di Bangladesh.

Ketua Panitia ICIT 2026, Dr. Aang Kunaifi, mengaku bersyukur konferensi internasional tersebut berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta berbagai negara. Menurutnya, ICIT 2026 bukan sekadar agenda akademik tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan berbagai gagasan dan pemikiran Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.

“ICIT 2026 bukan hanya forum akademik biasa, tetapi menjadi ruang kolaborasi internasional dalam membangun pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman. Kami sangat bersyukur karena konferensi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta berbagai negara,” ujarnya.

Ia berharap hasil diskusi dan penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan literasi keuangan syariah dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.

“Kami berharap ICIT 2026 dapat melahirkan gagasan-gagasan baru, memperkuat jejaring akademik internasional, serta menjadi inspirasi dalam pengembangan pemikiran Islam yang adaptif terhadap tantangan global,” tambahnya.(vick)

Categories
Blog

ICIT 2026 Libatkan 105 Penulis dari Berbagai Negara, Bahas Literasi Keuangan Syariah

Pamekasan – The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 yang mengusung tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” sukses digelar pada Selasa, 5 Mei 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional serta ratusan peserta dari berbagai negara.

Konferensi ini dibuka dengan sambutan dari Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I, serta Roeland Monasch selaku CEO Aflatoun International. Acara juga menghadirkan MC Ya-Ling Chao selaku Aflatoun Regional Program Manager – Asia-Pasific dan dimoderatori oleh Dr. Clarashinta Canggih, S.E., CIFP, Assisten Professor at Islamic Economics Program.

Sejumlah keynote speaker turut meramaikan forum ilmiah ini, di antaranya : Dr. Khairunnisa Musari, Associate International dari Iranian Association of Islamic Finance (IAIF), Indonesia. Dr. Ghadeer Ahmad Khalil, Assistant Professor, Zarqa Private University, Yordania. Zunara Nauman, Education Technical Specialist, Aflatoun International. Nancy Abu Hanyyaneh, Regional Program Manager Aflatoun untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ketua Panitia, Dr. Aang Kunaifi, M.E.I, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dalam konferensi ini sangat tinggi. Para peserta mengikuti rangkaian acara sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dengan penuh semangat.

“Antusiasme para peserta luar biasa. Mereka mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan sangat aktif,” ujarnya.

Sebagai host, LekDis Nusantara yang merupakan NGO underbouw Aflatoun International menyampaikan apresiasi atas kesuksesan acara ini. Suryadi selaku perwakilan menyebut ICIT 2026 sebagai ajang kolaborasi global yang membanggakan.

“Kami sangat mengapresiasi kesuksesan acara ini dan berharap dapat terus bekerja sama dalam penyelenggaraan ICIT berikutnya,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris IAEI DPW Jawa Timur, Khairunnisa Musari yang juga menjadi keynote speaker, mengaku bahagia dapat terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, ICIT 2026 tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring internasional.

“Selain berbagi dengan pembicara dan peserta internasional terkait keuangan syariah, event ini juga menjadi sarana silaturahmi dan penyamaan visi di bidang ekonomi Islam. Kami siap untuk terus berkolaborasi dalam event selanjutnya bersama Al-Khairat dan Aflatoun,” ungkap Musari.

Dalam sesi paralel, panitia mencatat terdapat 105 penulis yang terlibat dengan total 65 paper yang dipresentasikan dalam empat ruang berbeda. Peserta berasal dari berbagai negara, termasuk Pakistan, Bangladesh, dan Malaysia.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan penghargaan kepada para peserta terbaik, meliputi tiga kategori Best Presenter, tiga kategori Best Paper, dan tiga tim penulis kategori Best Engagement. Nama-nama pemenang akan diumumkan secara resmi pada Jumat, 8 Mei 2026 melalui website IAI Al-Khairat.

Konferensi ini juga membuka peluang publikasi bagi paper yang diterima di sejumlah jurnal bereputasi, seperti Sinta 2 hingga jurnal internasional. (vick)

Categories
Blog Ebis ESY Tarbiyah Ushuluddin

258 Peserta Ikuti ICIT 2026 Secara Daring, Soroti Literasi Keuangan Syariah

Pamekasan – Konferensi internasional The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 sukses diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026. Mengusung tema Islamic Financial Literacy for Sustainable Development, kegiatan ini diikuti sebanyak 258 peserta dari berbagai negara.

Konferensi ini merupakan kolaborasi antara Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan dan Aflatoun International bersama sejumlah mitra lainnya.

Konferensi ini menghadirkan sejumlah keynote speaker dari berbagai negara dan institusi, yakni: Dr. Khairunnisa Musari, Associate International dari Iranian Association of Islamic Finance (IAIF), Indonesia. Dr. Ghadeer Ahmad Khalil, Assistant Professor, Zarqa Private University, Yordania. Zunara Nauman, Education Technical Specialist, Aflatoun International. Nancy Abu Hanyyaneh, Regional Program Manager Aflatoun untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sambutan pembuka disampaikan CEO Aflatoun International, Roeland Monasch. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan keuangan saat ini bukan hanya soal akses, tetapi juga bagaimana pendidikan tersebut relevan dengan latar belakang sosial, budaya, dan nilai yang dianut peserta didik.

Menurut Roeland, pendekatan inklusif menjadi kunci agar pendidikan benar-benar berdampak luas dan berkelanjutan.

“Agar pendidikan sosial dan keuangan benar-benar bersifat transformatif, maka pendidikan tersebut harus inklusif. Inklusivitas berarti mampu mengakomodasi nilai-nilai, keyakinan, serta berbagai situasi sosial, ekonomi, dan budaya yang spesifik,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti realitas yang dihadapi generasi muda, khususnya di komunitas Muslim, yang membutuhkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya terbuka, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai yang mereka yakini.

“Kami menyadari bahwa bagi jutaan anak muda—terutama di komunitas Muslim—mereka membutuhkan lebih dari sekadar akses. Mereka juga membutuhkan keselarasan dengan nilai-nilai yang mereka yakini,” ungkapnya.

Dalam konteks itu, penyelenggaraan ICIT dinilai menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan tersebut bisa diwujudkan dalam praktik.

“Acara ICIT hari ini merupakan contoh nyata bagaimana kita dapat menyelaraskan alat-alat keuangan praktis dengan prinsip dan keyakinan etis,” pungkasnya.

Selannjutnya, Rektor Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, dalam sambutannya menekankan bahwa konferensi ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas negara dalam pengembangan keuangan syariah.

Menurutnya, terselenggaranya kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman di tingkat global.

“Kami bersyukur konferensi internasional di bidang keuangan syariah ini dapat terselenggara dengan lancar. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis sekaligus wadah penting untuk berbagi pengetahuan, hasil riset, dan pengalaman di tingkat global,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan keuangan syariah tidak hanya sebagai disiplin ilmu, tetapi juga sebagai praktik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“IAI Al-Khairat Pamekasan berkomitmen mendukung pengembangan keuangan syariah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keuangan syariah bukan hanya kajian akademik, tetapi juga sistem praktis yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan kesejahteraan sosial,” ungkapnya.

Selain itu, penguatan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa juga menjadi perhatian utama, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

“Melalui berbagai program akademik dan kolaborasi, kami berupaya membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktis di bidang keuangan syariah,” pungkasnya.

Pada sesi penutupan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Dr. H. Mawardi, menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan Islam dalam membangun pemahaman ekonomi syariah yang komprehensif di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang internalisasi nilai-nilai ekonomi Islam yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan.

“Lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman generasi muda terhadap prinsip ekonomi Islam yang menjunjung keadilan, transparansi, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penguatan literasi keuangan syariah perlu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Penguatan literasi keuangan syariah tidak boleh berhenti pada aspek teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, ia berharap hasil konferensi ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan kebijakan di masa depan.

“Berbagai perspektif, hasil riset, serta rekomendasi dari konferensi ini dapat menjadi masukan berharga bagi Kementerian Agama,” pungkasnya. (vick)

 

Categories
Blog Informasi

Pengumuman Hasil Tes Gelombang I PMB 2026/2027

PamekasanInstitut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan resmi mengumumkan hasil seleksi calon mahasiswa baru Gelombang I untuk Tahun Akademik 2026/2027. Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor A/076.010IAI.AK/IV/2026 tentang Penetapan Kelulusan Peserta Tes.

Dalam keputusan tersebut, sejumlah peserta dinyatakan lulus seleksi Gelombang I. Daftar nama peserta yang lolos tercantum dalam lampiran surat keputusan.

Pihak kampus menyampaikan, calon mahasiswa yang dinyatakan lulus diwajibkan untuk segera melakukan proses herregistrasi. Proses tersebut dilakukan melalui BAUK dengan pembayaran di Bank Jatim Syariah.

Adapun jadwal herregistrasi dibuka mulai 28 April hingga 30 Mei 2026. Peserta diimbau untuk tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Berikut nama-nama yang lulus tes Gelombang I PMB 2026/2027. <Klik disini>

Categories
Blog Ushuluddin

Mahasiswi KIP IAI Al-Khairat Pamekasan Raih Juara IV MHQ Nasional

Pamekasan – Mahasiswi IAI Al-Khairat Pamekasan, Nur Aini, meraih Juara IV dalam ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Battle 15 Juz tingkat nasional yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 21 April 2026.

Nur Aini merupakan mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sekaligus penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam cabang hafalan Al-Qur’an 15 juz.

Dalam keterangannya, Nur Aini menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menyelesaikan perlombaan dengan baik. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi saya untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa persiapan dilakukan secara bertahap dengan menjaga konsistensi murojaah (mengulang hafalan) setiap hari.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan mahasiswa di kampus.

“Kami mengapresiasi usaha mahasiswa yang telah mengikuti kompetisi ini. Semoga hasil ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan,” katanya.

Pihak kampus berharap pengalaman yang diperoleh dalam ajang tersebut dapat mendorong mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kegiatan serupa di tingkat regional maupun nasional.