Categories
Blog

304 Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Ikuti Yudisium, Ketua Yayasan Tekankan Pentingnya Muhasabah

PAMEKASAN –  Sebanyak 304 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan mengikuti yudisium serentak di Aula Al-Khairat Pamekasan, Kamis (15/10/2026).

Yudisium tersebut dihadiri Ketua Yayasan Al-Khairat, RKH. Ahmad Mahfud Abdul Kadir, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan Dr. Ali Ridho, M.S.I., jajaran pimpinan kampus, para dekan, serta ketua program studi.

Dalam sambutannya, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I menyampaikan bahwa pelaksanaan yudisium serentak di Aula Al-Khairat menjadi momen pertama bagi kampus. Ia juga mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan proses perkuliahan.

“Selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menuntaskan proses perkuliahan. Tidak semua orang bisa sampai pada tahap ini. Setelah ini, saudara akan kembali ke tengah masyarakat dengan tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh,” ujar Rektor.

Ia menegaskan, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Para lulusan justru memasuki tahap baru yang menuntut kemampuan untuk menerapkan ilmu sekaligus menjawab berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

Menurut Rektor, seluruh sivitas akademika IAI Al-Khairat Pamekasan kini mengantarkan kembali para lulusan kepada masyarakat agar ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Harapan kami, saudara bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ada ungkapan khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Prinsip inilah yang harus menjadi pegangan ketika saudara kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda direncanakan berlangsung pada Desember 2026. Terkait lokasi, pihak kampus masih mempertimbangkan tempat yang dinilai paling sesuai dan nyaman bagi para peserta maupun tamu undangan.

Pernyataan mengenai rencana lokasi wisuda tersebut disambut tepuk tangan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Khairat, RKH. Ahmad Mahfud Abdul Kadir, mengingatkan para lulusan bahwa kehidupan setelah kuliah memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda. Karena itu, mereka perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai situasi dengan bijaksana.

“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa, melainkan langkah menuju tahap kehidupan berikutnya. Tantangan setelah menyelesaikan kuliah bisa jadi lebih besar dan dinamis. Karena itu, saya berharap para lulusan IAI Al-Khairat siap menghadapinya tanpa rasa takut yang berlebihan,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya muhasabah atau evaluasi diri dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kebiasaan mengintrospeksi diri dapat membantu seseorang mengambil pelajaran dari setiap peristiwa dan memahami keadaan dari sudut pandang orang lain.

“Muhasabah merupakan salah satu kunci dalam menjalani kehidupan. Biasakan mengevaluasi diri dan belajar melihat suatu persoalan dengan bertanya, bagaimana jika hal itu terjadi pada diri kita sendiri? Dengan begitu, kita bisa lebih bijaksana dalam bersikap dan memahami orang lain,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang disampaikan Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam UIN Madura, Prof. Dr. H. Mohammad Thoha, M.Pd.I. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik.

Menurut Mohammad Thoha, pendidikan tinggi harus mampu membekali mahasiswa dengan kecerdasan intelektual, keterampilan, kekuatan spiritual, serta kepedulian sosial. Keempat aspek tersebut dibutuhkan agar lulusan dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan dunia kerja.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki gelar akademik. Lebih dari itu, kampus perlu membentuk sarjana yang memiliki kecerdasan intelektual, kematangan keterampilan, kekuatan spiritual, serta kepedulian terhadap masyarakat,” paparnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan pembaruan kurikulum, mengembangkan penelitian yang melibatkan mahasiswa, serta memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Di sisi lain, Mohammad Thoha mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas. Penguasaan ilmu pengetahuan perlu diimbangi dengan pengalaman organisasi, kegiatan sosial, hubungan keluarga yang harmonis, dan penguatan spiritualitas.

Melalui yudisium ini, IAI Al-Khairat Pamekasan berharap para lulusan dapat melanjutkan pengabdian dengan membawa ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Gelar akademik diharapkan menjadi bekal untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat. (vik)

Categories
Blog

Pengumuman Penetapan Penerima Program KIP Kuliah IAI Al-Khairat Tahun 2026

PAMEKASAN – IAI Al-Khairat Pamekasan menetapkan mahasiswa penerima Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah  Tahun 2026.

Para penerima diwajibkan mengikuti sosialisasi dan penandatanganan Pakta Integritas pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, di ruang meeting IAI Al-Khairat Pamekasan.

Peserta diminta membawa materai Rp10.000 sebanyak satu lembar dan E-KTP asli.

Silakan cek daftar nama penerima KIP Kuliah 2026 melalui tautan berikut: [Cek di sini].

Categories
Blog

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Penerima KIP Kuliah IAI Al-Khairat Pamekasan Tahun 2026

IAI Al-Khairat Pamekasan mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Penerima Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026 yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Selanjutnya, calon penerima wajib mengikuti tes wawancara yang akan dilaksanakan pada:

📅 Senin, 21 September 2026
⏰ 09.00–12.00 WIB
📍 IAI Al-Khairat Pamekasan, Jalan Raya Palengaan (Palduding) No. 02 Pamekasan

Calon penerima yang tidak mengikuti tes wawancara sesuai jadwal dinyatakan gugur.

Untuk melihat daftar nama calon penerima dan informasi selengkapnya, silakan akses melalui link di sini.

Categories
MPI

Dua Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Lulus Program International Youth Connection 2026

PAMEKASAN – Dua mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan dinyatakan lulus sebagai peserta International Youth Connection (IYC) Batch 5 Tahun 2026. Mahasiswa yang dinyatakan lolos adalah Juma’ali dan Moh. Wail Al-Qorni, yang merupakan Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAI Al-Khairat Pamekasan.

Keduanya akan mengikuti rangkaian program IYC Batch 5 yang dijadwalkan berlangsung di Malaysia dan Singapura pada 7-10 September 2026. Program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus mengenal dinamika kepemudaan di tingkat internasional.

Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAI Al-Khairat Pamekasan, Fajriyah, M.Pd, menyampaikan apresiasinya atas capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam program kepemudaan seperti IYC menjadi pengalaman penting untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta wawasan di luar lingkungan kampus.

“Kami tentu bangga dan mengapresiasi mahasiswa yang mampu lolos dalam program seperti ini. Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga dan membawa wawasan baru bagi mahasiswa,” ujar Fajriyah.

Senada, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam forum kepemudaan menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif di lingkungan akademik, tetapi juga mampu mengambil peran dalam ruang yang lebih luas.

“Mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas, mampu beradaptasi dengan perkembangan global, serta berani mengambil peran sebagai generasi muda yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Program International Youth Connection (IYC) sendiri menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas jejaring dan wawasan melalui berbagai agenda kepemudaan, termasuk diskusi, pengembangan kepemimpinan, serta pengenalan terhadap isu pembangunan dan peran pemuda. (vik)

Categories
Blog

PBAK 2026 IAI Al-Khairat Resmi Ditutup, Rektor: Mahasiswa Harus Siap Memandu Masyarakat

Pamekasan –  Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan resmi ditutup pada Jumat (21/8/2026).

PBAK 2026 mengusung tema “Institut Culture: Sinergi Muda, Cerdas Beretika”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan mahasiswa baru terhadap kehidupan akademik dan kemahasiswaan di IAI Al-Khairat Pamekasan.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., dalam sambutannya mengatakan PBAK diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga menjadi awal bagi mahasiswa untuk memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari perguruan tinggi.

“Semoga mahasiswa mendapatkan hikmah dari kegiatan PBAK dan betul-betul siap menjadi mahasiswa yang bisa memandu masyarakat,” ujar Ali Ridho.

Menurutnya, keberadaan IAI Al-Khairat Pamekasan memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan perhatian para ulama terhadap perkembangan pendidikan.

“Kampus ini tidak berdiri dari ruang kehampaan, tetapi berawal dari adanya kecemasan para ulama terhadap sistem pendidikan nasional kala itu,” katanya.

Rektor juga meminta mahasiswa tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Menurutnya, proses pendidikan di perguruan tinggi juga harus mampu membentuk keterampilan dan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu.

“Saya berharap mahasiswa yang mengikuti PBAK ini betul-betul semangat. Tidak hanya sekadar kuliah, tetapi benar-benar menjalani proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya aspek kognitif, tetapi aspek psikomotorik juga harus dikembangkan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim media IAI Al-Khairat Pamekasan juga mewawancarai Ketua Panitia PBAK 2026, Taufik Hidayat. Ia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan PBAK 2026 berjalan lancar sejak hari pertama hingga acara penutupan.

“Alhamdulillah, acara PBAK ini berjalan dengan lancar, mulai dari hari pertama, hari kedua yang kami isi dengan Istighasah Kebangsaan, hingga hari ketiga yang kami kemas dengan konsep berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu penampilan paper mob,” kata Taufik.

Menurut pria kelahiran sumenep tersebut, agenda istighosah kebangsaan dan penampilan paper mob pada penutupan PBAK 2026 dipersiapkan secara matang oleh panitia. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian yang membedakan pelaksanaan PBAK tahun ini dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang diutarakan oleh ketua panitia tersebut, PBAK 2026 diikuti 384 mahasiswa dari delapan program studi. Peserta terbanyak berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 135 mahasiswa, disusul Manajemen Pendidikan Islam 60 mahasiswa dan Ekonomi Syariah 59 mahasiswa.

Selanjutnya, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 47 mahasiswa, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 31 mahasiswa, Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam 30 mahasiswa, Perbankan Syariah 11 mahasiswa, serta Pendidikan Bahasa Arab 11 mahasiswa.

Taufik juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam pelaksanaan PBAK 2026, baik dari unsur dosen maupun mahasiswa.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, baik dari unsur dosen maupun mahasiswa, yang telah bekerja sama dan membantu menyukseskan seluruh rangkaian PBAK 2026,” pungkasnya (rdy)

Categories
Blog

Tiga Ormas Islam Hadiri Istighasah Kebangsaan PBAK 2026 IAI Al-Khairat

PAMEKASAN – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan menggelar Istighasah Kebangsaan pada hari kedua pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan kampus, mahasiswa, tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Pamekasan, yakni Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Sarekat Islam (SI), serta unsur TNI dan Polri.

Istighasah digelar sebagai momentum doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi bangsa Indonesia. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipimpin KH Muzammil Imron, M.A., dilanjutkan pembacaan Surah Yasin oleh Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan, KH Aziz Asy’ari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin Sekretaris PCNU Pamekasan, KH Ihsan Ikhwani. Doa bersama juga dipimpin perwakilan DPC Sarekat Islam Pamekasan, KH Muhlis Ansori, dan Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, mengatakan Istighasah Kebangsaan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap bangsa, khususnya di kalangan generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama berdoa memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi bangsa Indonesia,” ujar Ali Ridho.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat semangat persatuan di kalangan mahasiswa serta menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih aman, maju, dan sejahtera.

“Kami berharap semangat persatuan dan kepedulian terhadap bangsa semakin kuat, khususnya di kalangan generasi muda. Semoga Indonesia ke depan semakin aman, maju, dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan KH Aziz Asy’ari menilai istighasah merupakan bagian dari penguatan spiritual dalam mempersiapkan generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga membutuhkan kekuatan spiritual dan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan.

“Mahasiswa adalah calon-calon pemimpin masa depan. Karena itu, perlu dibekali tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga kekuatan spiritual dan nilai-nilai keagamaan,” katanya.

Hal senada disampaikan perwakilan PCNU Pamekasan, KH Ihsan Ikhwani. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat karakter dan spiritualitas generasi muda.

“Semoga IAI Al-Khairat semakin maju dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar kepada umat, khususnya masyarakat Pamekasan dan masyarakat luas,” tuturnya.

Perwakilan DPC Sarekat Islam Pamekasan, KH Muhlis Ansori, juga menekankan pentingnya menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air di tengah generasi muda.

Ia berharap perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam mempersiapkan generasi yang memiliki kecintaan terhadap bangsa sekaligus berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur TNI dan Polri dari tingkat kecamatan. Batituud Koramil 07 Pegantenan, Urip Iskandar, berharap mahasiswa IAI Al-Khairat dapat menjadi generasi penerus dan calon pemimpin bangsa yang mampu berkontribusi di berbagai bidang.

“Kami berharap mahasiswa yang ada saat ini dapat menjadi penerus dan calon pemimpin bangsa Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Polsek Pegantenan, Abdul Hamid selaku Banit Binmas/Bhabinkamtibmas Desa Plakpak, menilai kegiatan tersebut positif karena memadukan pembinaan mahasiswa dengan penguatan nilai keagamaan.

“Melalui istighasah, kita berharap mahasiswa dalam menjalankan aktivitasnya selalu berlandaskan etika dan nilai-nilai agama,” pungkasnya (vk)

Categories
Blog

PBAK 2026 IAI Al-Khairat Pamekasan Resmi Dibuka, 384 Mahasiswa Ikuti Rangkaian Kegiatan

PAMEKASAN – 370 mahasiswa mengikuti pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian PBAK yang berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (21/8/2026).

PBAK 2026 mengusung tema “Institut Culture: Sinergi Muda, Cerdas Beretika”. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti seluruh peserta PBAK 2026.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I, mengatakan pembukaan PBAK menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan pendidikan di perguruan tinggi.

“Pembukaan PBAK menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan pendidikan di perguruan tinggi serta menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Ali Ridho.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam PBAK tahun ini menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk membangun semangat kebersamaan, meningkatkan kecerdasan, sekaligus menjunjung tinggi etika dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Rektor juga menyampaikan harapan agar mahasiswa baru tidak hanya aktif mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi turut mengambil peran dalam membangun lingkungan kampus.

“PBAK mengusung tema ‘Sinergi Muda, Cerdas, Beretika’, sebagai dorongan kepada mahasiswa untuk membangun semangat kebersamaan, meningkatkan kecerdasan, serta menjunjung tinggi etika,” ujarnya.

Ia berharap seluruh mahasiswa dapat berkontribusi dalam membawa IAI Al-Khairat Pamekasan menjadi perguruan tinggi yang semakin maju, unggul, dan beretika.

“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat berkontribusi dalam membangun kampus menjadi lebih maju, unggul, dan beretika,” tuturnya.

PBAK 2026 yang diikuti sebanyak 384 mahasiswa tersebut akan berlangsung selama tiga hari. Selama kegiatan, mahasiswa baru akan mendapatkan berbagai materi dan pengenalan terkait kehidupan akademik serta kemahasiswaan di IAI Al-Khairat Pamekasan. (vk)

Categories
Blog

14 Dosen IAI Al-Khairat Pamekasan Terima Sertifikat Pendidik

PAMEKASAN – Sebanyak 14 dosen Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan menerima SK Sertifikat Pendidik sekaligus menandatangani Pakta Integritas dalam rangkaian kegiatan sertifikasi dosen tahun lulus 2025.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Jawa Timur di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Selasa (18/8/2026).

Dalam surat resmi Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, kegiatan tersebut merupakan agenda pembinaan, penyerahan sertifikat pendidik, dan penandatanganan Pakta Integritas bagi dosen sertifikasi tahun lulus 2025. IAI Al-Khairat Pamekasan tercantum sebagai salah satu PTKIS peserta pada Gelombang I.

Sebelum mengikuti penandatanganan Pakta Integritas, para dosen terlebih dahulu mendapatkan pelatihan penyusunan laporan Beban Kerja Dosen (BKD) berbasis Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER). Pelatihan tersebut diberikan oleh Subdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari persiapan dosen dalam memenuhi pelaporan BKD sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan di Surabaya, rangkaian acara meliputi pemanggilan peserta, penyiapan dokumen Pakta Integritas dan sertifikat, penandatanganan Pakta Integritas, serta penyerahan Sertifikat Pendidik dan SK Inpassing Tunjangan.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., menyampaikan apresiasinya atas penyerahan SK Sertifikat Pendidik dan pelaksanaan penandatanganan Pakta Integritas tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi atas penyerahan SK dan penandatanganan Pakta Integritas ini. Ini menunjukkan bahwa dosen-dosen IAI Al-Khairat Pamekasan mendapatkan pengakuan dari pemerintah sebagai dosen profesional.”ujarnya.

Menurutnya, pengakuan tersebut perlu diikuti dengan tanggung jawab dosen dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai tenaga pendidik.

“Semoga ini menjadi pelecut bagi para dosen untuk terus berkontribusi dalam membangun generasi bangsa,” pungkas Dr. Ali Ridho.(vk)

Categories
Blog

Pengumuman Hasil Tes Gelombang III PMB 2026/2027

PAMEKASAN – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan secara resmi merilis penetapan kelulusan bagi peserta tes calon mahasiswa baru Gelombang III untuk Tahun Akademik 2026/2027. Pengumuman dengan nomor surat C/076.026/ΙΑΙ.AK/VII/2026 ini mencakup hasil seleksi dari berbagai program studi yang tersedia.

Bagi peserta yang dinyatakan lulus untuk melakukan herregistrasi di BAUK pada tanggal 28 Juli s.d 08 Agustus 2026

Bagi peserta yang dinyatakan Tidak Lulus, pihak kampus mewajibkan mereka untuk mengikuti Tes Matrikulasi sebagai syarat tindak lanjut. Adapun jadwal pelaksanaan tes matrikulasi adalah sebagai berikut:

  • Tanggal: 29 Juli 2026.
  • Waktu: Pukul 14:00 WIB.
  • Tempat: Sekretariat PMB 2026 (Kantor BAK)

Informasi lebih lanjut mengenai proses herregistrasi bagi peserta yang lulus dapat diakses melalui layanan informasi di kampus IAI Al-Khairat Pamekasan atau menghubugi admin PMB di 087778550581

Berikut hasil tes gelombang III <Klik disini>

Categories
Blog

Usung Tema Aksi Nyata Desa Berdaya, IAI Al-Khairat Lepas 257 Mahasiswa ke 21 Desa

PAMEKASAN – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan secara resmi melepas 257 mahasiswa peserta Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXXI Tahun Akademik 2025/2026 di halaman IAI Al-Khairat Pamekasan, Sabtu (25/7/2026).

Prosesi pelepasan tersebut dihadiri pimpinan kampus, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh peserta PKN.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor I IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh. Dannur, M.Pd.I., mewakili Rektor menyampaikan tiga pesan yang diharapkan menjadi bekal mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Pesan pertama yang disampaikan ialah pentingnya meluruskan niat. Menurutnya, keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi juga dari niat tulus mahasiswa dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Meluruskan niat, sekalipun terdengar klasik, tetapi nasihat ini merupakan sebuah warisan. Jangan pernah lupa dari mana kita berangkat. Sebagai bagian dari kampus putih, kita memiliki tanggung jawab moral yang besar, terlebih ketika masyarakat mengenal kita dengan panggilan ustaz,” pesannya.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar bijak dalam menggunakan media sosial selama menjalankan PKN. Menurutnya, setiap aktivitas mahasiswa yang menggunakan identitas maupun logo IAI Al-Khairat Pamekasan turut membawa nama baik institusi.

“Hari ini adalah era media. Karena itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial, terutama ketika menggunakan logo Al-Khairat,” ujarnya.

Tak kalah penting, Moh. Dannur juga berpesan agar mahasiswa menjaga etika dan pergaulan selama berada di lokasi pengabdian. Ia menilai sikap mahasiswa akan menjadi cerminan kampus di mata masyarakat.

“Benar-benar jaga pergaulan selama berada di lokasi PKN. Jadilah teladan yang baik di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil wawancara, Ketua Panitia PKN XXXI IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh. Ramin, M.E., menjelaskan, PKN tahun ini mengusung tema “Aksi Nyata Desa Berdaya” dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR).

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih agar mahasiswa tidak hanya datang membawa program kerja, tetapi juga mampu membangun kemitraan dengan masyarakat dalam setiap tahapan pengabdian.

“Kami ingin mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar pelaksana program. Karena itu, pendekatan PAR menjadi dasar pelaksanaan PKN tahun ini agar seluruh kegiatan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Moh. Ramin menjelaskan, PKN XXXI merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan sedikitnya 120 SKS.

Pelaksanaan PKN reguler akan berlangsung mulai 25 Juli hingga 25 Agustus 2026. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta akan mempresentasikan laporan hasil pengabdian pada 1 September 2026.

Sebanyak 257 mahasiswa akan ditempatkan di 21 desa yang berada di 10 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Selain itu, IAI Al-Khairat Pamekasan juga mengirimkan satu kelompok PKN Internasional ke Malaysia sebagai bagian dari penguatan pengalaman pengabdian di tingkat global.

“Peserta akan ditempatkan dalam kelompok yang berisi sekitar 10 hingga 15 mahasiswa. Kami berharap setiap kelompok mampu menggali potensi desa sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat,” katanya.

Selama berada di lokasi, mahasiswa akan menjalankan berbagai tahapan, mulai dari observasi, pemetaan potensi dan permasalahan desa, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan program prioritas, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi bersama masyarakat. Seluruh proses dilakukan secara partisipatif agar program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan dapat berkelanjutan.

Di akhir wawancara, Moh. Ramin berharap PKN XXXI tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Harapan kami, PKN tidak berhenti sebagai kewajiban akademik. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, serta meninggalkan program yang manfaatnya tetap dirasakan meskipun masa PKN telah selesai,” pungkasnya.(pin/vik)