Categories
Ebis ESY opini

Ramadan : Reorientasi Arah Marketing, Dari Hitung Untung Menuju Aksi Nyata

Pamekasan, Teman-teman pengusaha, coba kita jujur sebentar. Setiap kali buka usaha di pagi hari, apa yang pertama kali terlintas di pikiran?… “Target hari ini berapa?” atau “Atur diskon biar closing naik.” Pasti kita sibuk berpikir, konten mana yang bisa bikin orang checkout sekarang juga? Hmm…tidak salah. Kita semua hidup dari bisnis. Kita punya karyawan yang harus digaji, keluarga yang harus dinafkahi, dan cicilan yang kadang terasa lebih setia daripada pelanggan.

Tapi izinkan saya bertanya pelan-pelan: Bagaimana kalau justru pelanggan datang bukan karena kita pintar menjual, tapi karena kita tulus membantu? Inilah semangat stop selling, start helping.

Ramadhan setiap tahun mengajarkan kita satu hal yang sederhana tapi revolusioner, yaitu shadaqah. Islam telah mengajarkan dalam surat Al-Baqarah ayat 261 bahwa: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki…”, sedekah di bulan biasa saja dijanjikan balasan berlipat hingga 700 kali. Apalagi di bulan Ramadhan sebagaimana hadis Rasulullah saw “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Logikanya sederhana: memberi tidak pernah membuat kita miskin. Justru memberi membuka pintu rezeki yang tidak disangka-sangka.

Sekarang coba kita tarik ke dunia bisnis. Selama ini banyak UMKM terjebak pada pola “hitung untung”. Semua dihitung: biaya iklan, margin, conversion rate, bahkan like dan share pun dihitung, tidak salah sih!, tetapi kalau semuanya hanya tentang angka, bisnis bisa terasa kering. Kadang pelanggan itu bukan ingin diskon, mereka hanya ingin dipahami. Kadang mereka bukan ingin harga termurah, mereka ingin solusi yang jujur. Nah, di sinilah helping menjadi strategi marketing paling kuat.

Coba lihat bagaimana platform seperti Gojek berkembang. Awalnya bukan soal aplikasi canggih atau promosi besar-besaran. Ide dasarnya sederhana, yaitu membantu orang mendapatkan transportasi lebih mudah dan membantu driver mendapatkan penghasilan. Helping dulu, monetisasi menyusul. Tokopedia pun demikian, visi awalnya bukan bagaimana jadi unicorn, tetapi bagaimana membantu UMKM agar bisa menjual produknya tanpa harus punya toko fisik yang pasti mahal. Tokopedia menciptakan akses, membantu para pedagang dan produsen. Dan hasilnya? Market datang sendiri. Bahkan, Grab sukses bukan karena sekadar jual jasa transportasi, tetapi karena memudahkan kehidupan sehari-hari, mulai dari pesan makanan, kirim barang, atau bayar tagihan. Kehadiran platform dan aplikasi tersebut menjawab kebutuhan, bukan sekadar menawarkan produk.

Nah, kita para pelaku UMKM kadang sering terbalik. Kita bangun produk dulu, lalu memaksa pasar butuh. Padahal seharusnya kita berpikir untuk menganalisis masalah sehari-hari pelanggan, selanjutnya bisnis kita hadir sebagai solusi atas masalah yang nyata.

Saya pernah bercanda dengan seorang teman pengusaha, “Kalau postinganmu tiap hari cuma ‘BURUAN ORDER!!!’, lama-lama pelanggan bisa merasa seperti diteriaki di pasar.” Hehe…  Coba sesekali ubah pendekatan. Alih-alih: “Promo terakhir hari ini!” Coba kita tawarkan: “Teman-teman, kami tahu menjelang lebaran kebutuhan meningkat. Kalau ada yang butuh paket hemat atau bisa bayar bertahap, kabari ya. Kami bantu.” Kalimatnya sederhana. Tapi rasanya berbeda. Helping bukan berarti kita jadi lembaga sosial. Helping berarti kita menghadirkan empati dalam transaksi.

Di era digital, helping bisa diwujudkan dalam banyak cara, misalnya edukasi lewat konten yang jujur, memberikan tips gratis yang relevan, atau dalam wujud menjawab chat pelanggan dengan sabar (meski kadang pertanyaannya sama terus, he…), memberi solusi bahkan ketika itu tidak langsung menghasilkan penjualan. Percayalah, pelanggan yang merasa ditolong akan kembali. Lebih dari itu, mereka akan menjadi loyalis dan merekomendasikan. Itulah shadaqah (helping) dalam bisnis.

Shadaqah bukan hanya soal uang, ia bisa berupa waktu, perhatian, kejujuran, bahkan pelayanan yang tulus. Dalam perspektif spiritual, memberi membuka keberkahan. Dalam perspektif marketing modern, memberi (gift) dapat membangun trust. Dan trust adalah mata uang paling mahal di era digital.

Sekarang coba bayangkan, kalau setiap UMKM mengganti mindset dari “berapa saya dapat?” menjadi “apa yang bisa saya bantu?”, apa yang akan terjadi? Persaingan berubah menjadi kolaborasi. Pelanggan berubah menjadi komunitas. Transaksi berubah menjadi relasi. Dan menariknya, ketika helping menjadi budaya, hitung untung justru menjadi lebih mudah. Karena pelanggan tidak lagi membandingkan kita semata pada harga, tetapi pada rasa.

Ramadhan mengajarkan kita menahan diri; menahan lapar, menahan emosi, dan mungkin juga menahan ego bisnis yang ingin selalu menang sendiri. Justru di saat kita belajar memberi lebih dulu, Allah bukakan jalan dari arah yang tidak kita sangka. Bukankah itu yang sering kita dengar dalam kisah para pedagang yang jujur dan dermawan, al-rizqu min haytsu laa yahtasib?

Jadi teman-teman pengusaha, mungkin sudah waktunya kita melakukan reorientasi. Bukan berarti berhenti mencari untung, dan bukan berarti mengabaikan strategi. Tetapi menata ulang niat dan pendekatan, karena di era digital ini, algoritma mungkin bisa menaikkan traffic, akan tetapi hanya empati yang bisa menaikkan keberkahan. Mari kita jadikan Ramadhan bukan sekadar momentum diskon besar-besaran, tapi momentum transformasi cara berpikir. Dari hitung untung menuju aksi nyata. Dari hard selling menuju helping dan siapa tahu, justru ketika kita berhenti terlalu sibuk menjual, pelanggan malah sibuk mencari kita. Bukankah itu lebih indah?**

**Dr. Aang Kunaifi, SE., M.E.I

Kaprodi Ekonomi Syariah IAI Al-Khairat Pamekasan

Categories
Ebis ESY opini

Ramadan: Refleksi Aplikatif Manajemen Kehidupan

Teman-teman mari kita merenung sejenak untuk menghadapi bulan suci Ramadahan. Setiap kali Ramadhan tiba, apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita? Target khatam Al-Qur’an? Jadwal tarawih? Atau sekadar memastikan puasa berjalan tanpa bolong? Semua itu tentu bagian penting dari ibadah. Namun pernahkah kita melihat Ramadhan bukan hanya sebagai momentum spiritual, melainkan sebagai sistem manajemen kehidupan yang utuh dan terstruktur?

Sesungguhnya, Ramadhan adalah laboratorium manajemen paling nyata. Selama kurang lebih tiga puluh hari, setiap Muslim sedang menjalankan fungsi manajemen secara lengkap, meski sering kali tanpa kesadaran teoritis. Konsep planning, organizing, actuating, dan controlling yang dirumuskan oleh George R. Terry bukan hanya berlaku dalam organisasi modern, tetapi juga tercermin dalam praktik ibadah Ramadhan. Bedanya, jika dalam organisasi objeknya adalah tim atau perusahaan, dalam Ramadhan objeknya adalah diri kita sendiri.

Segalanya dimulai dari perencanaan. Dalam konteks spiritual, perencanaan itu bernama niat. Niat bukan sekadar formalitas sebelum berpuasa, melainkan deklarasi visi personal. Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi bahwa niat seorang mukmin lebih utama daripada amalnya. Artinya, kualitas perencanaan batin menentukan kualitas tindakan lahir. Dalam bahasa manajemen modern, niat adalah blueprint. Tanpa visi yang jelas, aktivitas hanya menjadi rutinitas tanpa arah.

Ramadhan mengajarkan kita menyusun target. Berapa kali khatam Al-Qur’an? Seberapa konsisten qiyamullail? Berapa peningkatan sedekah dibanding bulan sebelumnya? Ketika target dirumuskan secara terukur, ibadah berubah dari kebiasaan menjadi strategi. Ini serupa dengan penyusunan Key Performance Indicators (KPI) dalam manajemen kinerja. Tanpa indikator, sulit mengukur capaian. Tanpa target, sulit mengevaluasi kemajuan.

Setelah perencanaan, kita memasuki tahap pengorganisasian. Organizing dalam Ramadhan terlihat pada bagaimana kita menata ulang ritme kehidupan. Pola tidur berubah karena sahur dan tarawih. Jam kerja disesuaikan. Aktivitas yang kurang produktif dikurangi agar energi dapat dialihkan pada ibadah. Dalam kondisi asupan fisik yang terbatas, efisiensi menjadi kebutuhan. Sumber daya utama waktu, energi, dan focus harus dikelola secara cermat.

Di sinilah Ramadhan melatih kita memahami prinsip alokasi sumber daya. Keterbatasan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas, melainkan momentum untuk meningkatkan efektivitas. Kita belajar memilih mana yang prioritas, mana yang bisa ditunda, dan mana yang harus ditinggalkan. Dalam organisasi modern, kemampuan mengelola keterbatasan adalah kunci keberlanjutan. Ramadhan mengajarkan prinsip itu dalam bentuk yang sangat praktis.

Tahap berikutnya adalah penggerakan atau actuating. Inilah fase di mana rencana dan struktur diuji dalam tindakan nyata. Ramadhan melatih kepemimpinan paling mendasar: kepemimpinan atas diri sendiri. Tidak ada pengawas yang memastikan kita tidak makan atau minum saat sendirian. Kontrol sepenuhnya berada pada integritas pribadi dan kesadaran ilahiah.

Konsep ini sejalan dengan gagasan Peter F. Drucker yang menekankan pentingnya manajemen diri sebelum memimpin orang lain. Individu yang efektif adalah mereka yang memahami kekuatan, kelemahan, dan disiplin pribadinya. Puasa membentuk disiplin internal, mengendalikan emosi, menjaga lisan, dan menahan dorongan sesaat. Ini bukan sekadar latihan spiritual, tetapi latihan kepemimpinan.

Ramadhan juga menggerakkan dimensi kolektif. Tarawih berjamaah, tadarus bersama, berbagi takjil, dan aktivitas sosial menciptakan mobilisasi berbasis nilai. Di sinilah terbentuk kepemimpinan partisipatif. Setiap individu berkontribusi dalam suasana kebersamaan. Organisasi modern yang kuat bukan hanya yang memiliki sistem, tetapi juga budaya kolaboratif. Ramadhan membangun fondasi itu melalui praktik sosial yang konsisten.

Tahap terakhir adalah pengendalian atau controlling. Dalam manajemen, controlling berarti memastikan pelaksanaan sesuai rencana serta melakukan koreksi jika terjadi penyimpangan. Dalam Ramadhan, controlling hadir dalam bentuk muhasabah. Setiap malam menjadi ruang evaluasi: apakah hari ini lebih baik dari kemarin? Apakah emosi terkendali? Apakah target tercapai?

Dalam manajemen mutu dikenal konsep continuous improvement, perbaikan berkelanjutan. Ramadhan membiasakan kita melakukan evaluasi bukan karena tekanan atasan, melainkan karena kesadaran internal. Evaluasi bukan untuk menyalahkan diri, tetapi untuk meningkatkan kualitas. Budaya refleksi ini jika diterapkan dalam organisasi akan menciptakan sistem pembelajaran yang dinamis dan adaptif. Lebih jauh, nilai Ramadhan memiliki implikasi kuat terhadap budaya organisasi. Konsep spiritual leadership yang dikembangkan oleh Louis W. Fry menunjukkan bahwa nilai spiritual mampu meningkatkan komitmen dan produktivitas. Ketika individu merasa pekerjaannya memiliki makna yang melampaui keuntungan material, motivasi intrinsik tumbuh lebih kuat.

Ramadhan juga melatih ketahanan atau resilience. Menahan lapar dan dahaga selama belasan jam bukan perkara ringan. Namun di situlah daya juang dibentuk. Dalam dunia manajemen, pemimpin yang tangguh adalah mereka yang mampu bertahan dalam tekanan tanpa kehilangan arah. Puasa melatih stabilitas emosi dan kesabaran, dua kualitas yang sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan. Yang tidak kalah penting, Ramadhan menanamkan orientasi jangka panjang. Setiap amal dilakukan dengan kesadaran akan balasan yang melampaui dimensi material dan temporal. Perspektif ini melahirkan pola pikir visioner. Pemimpin visioner tidak terjebak pada keuntungan sesaat, tetapi memikirkan dampak jangka panjang. Ramadhan menggeser orientasi dari sekadar hasil instan menuju keberlanjutan nilai.

Bayangkan jika semangat Ramadhan tidak berhenti di akhir bulan. Jika budaya perencanaan yang matang, pengelolaan waktu yang disiplin, kepemimpinan diri yang kuat, serta evaluasi rutin menjadi kebiasaan sepanjang tahun. Kita tidak hanya mencetak manajer yang kompeten secara teknis, tetapi pemimpin yang matang secara intelektual, emosional, dan spiritual. Ramadhan pada akhirnya adalah ilmu manajemen kehidupan. Ia mengajarkan bahwa sebelum mengelola organisasi, kita harus mampu mengelola diri. Sebelum menuntut kinerja orang lain, kita harus membangun integritas pribadi. Dan sebelum mengejar hasil, kita harus menata niat.

Maka mungkin inilah pesan terdalam Ramadhan: bukan sekadar menahan lapar, tetapi menata arah hidup. Bukan hanya memperbanyak ibadah, tetapi membangun sistem kehidupan yang lebih terstruktur dan bermakna. Ketika manajemen diri tertata, manajemen organisasi akan mengikuti. Dan ketika nilai spiritual menjadi fondasi, profesionalisme tidak lagi kering, melainkan bernilai, berkarakter, dan penuh keberkahan

Oleh: Abdul Bari
Mahasiswa Program Doktoral Manajemen
Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan
Dosen IAI Al-Khairat Pamekasan

Email: abdulbari8236139145@gmail.com

 

Categories
Blog Ebis ESY

Mahasiswi IAI Al-Khairat Pamekasan Raih Dua Medali Perunggu di Kompetisi Nasional

Pamekasan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan. Linda Ayuni, mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah, berhasil meraih dua medali perunggu pada dua kompetisi nasional di bidang akademik.

Linda Ayuni meraih medali perunggu pada ajang PESONA (Pekan Sains & Olimpiade Nasional) untuk Kategori Akuntansi. Selain itu, ia juga meraih medali perunggu pada ajang KSI (Kompetisi Sains Indonesia) dalam rangka HUT Puskanas, pada Kategori Bahasa Inggris.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi Linda Ayuni dalam mengembangkan kemampuan lintas bidang, baik pada kompetensi keilmuan ekonomi maupun kemampuan bahasa asing.

Saat ditemui usai pengumuman hasil kompetisi, Linda Ayuni menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraihnya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas hasil ini. Saya tidak menyangka bisa meraih dua medali dari dua kompetisi yang berbeda. Ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga,” ujar Linda Ayuni.

Ia menambahkan bahwa proses persiapan dilakukan dengan belajar mandiri, latihan soal secara rutin, serta manajemen waktu yang seimbang antara perkuliahan dan persiapan lomba.

“Dukungan dari dosen dan kampus sangat membantu saya untuk tetap fokus dan percaya diri mengikuti kompetisi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswinya. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan semangat akademik mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan yang terus berkembang.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan memiliki daya saing di tingkat nasional, tidak hanya pada satu bidang, tetapi juga lintas disiplin ilmu,” ungkap Dr. Ali Ridho.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan keberanian mengikuti berbagai kompetisi.

“Kampus akan terus mendorong dan mendukung mahasiswa untuk berprestasi sebagai bagian dari implementasi kampus integrasi ilmu, amal, dan akhlak,” pungkasnya.

Dengan raihan dua medali perunggu di tingkat nasional ini, IAI Al-Khairat Pamekasan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang berprestasi, kompetitif, dan berkontribusi positif di bidang akademik. (vick)

Categories
Blog Ebis ESY

Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Raih Perak di Kejurprov PERTINA Jawa Timur 2026

Pamekasan – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Sofiuddin, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, berhasil meraih medali perak (Juara II) pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PERTINA Jawa Timur “SLC Road To Japan” 2026.

Kejuaraan tersebut digelar pada 5–8 Februari 2026 bertempat di Fairwaynine Mall Lantai 2, Kota Surabaya, dan diikuti oleh atlet-atlet tinju terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Sofiuddin menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. Ia mengungkapkan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari latihan yang konsisten serta dukungan dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa memberikan hasil terbaik. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan memperbaiki kekurangan ke depannya,” ujar Sofiuddin saat ditemui usai menerima penghargaan.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari kampus sangat berperan dalam menjaga semangatnya sebagai mahasiswa sekaligus atlet.

“Saya berterima kasih kepada IAI Al-Khairat Pamekasan yang selalu memberi dukungan, sehingga saya bisa tetap menyeimbangkan antara akademik dan prestasi non-akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan mampu bersaing tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan prestasi lainnya,” tutur Dr. Ali Ridho.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan bakat dan minatnya.

“Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berikhtiar, berprestasi, dan membawa nama baik kampus di berbagai ajang,” pungkasnya.

Dengan raihan medali perak pada Kejurprov PERTINA Jawa Timur 2026 ini, IAI Al-Khairat Pamekasan kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus integrasi ilmu, amal, dan akhlak, serta mendukung mahasiswa untuk berprestasi di berbagai bidang.(vick)

Categories
Blog Ebis ESY

Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Lakukan Kunjungan ke PT Indo Bismar Surabaya dalam Program Kuliah Observasi Lapangan

Surabaya, 5 November 2025 — Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan melaksanakan kegiatan Kuliah Observasi Lapangan (KOL) di PT Indo Bismar, Surabaya. Kegiatan ini merupakan kunjungan pertama yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang praktik dunia industri, khususnya di bidang teknologi dan bisnis.

Perwakilan PT Indo Bismar, Yusron, S.E., dalam sambutannya menjelaskan perjalanan perusahaan yang telah berdiri lebih dari dua dekade. Ia menyampaikan bahwa Indo Bismar awalnya berfokus pada penjualan komputer bekas sebelum berkembang menjadi perusahaan multi-produk.
Menurut Yusron,

“Indo Bismar berdiri pada tahun 2000 sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penjualan komputer bekas. Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pasar, pada tahun 2014 Indo Bismar melakukan ekspansi menjadi perusahaan multi-produk, mencakup penjualan smartphone dan berbagai produk teknologi lainnya.”

Ia juga menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Hingga saat ini, PT Indo Bismar terus berkembang dan berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, CEO PT Indo Bismar Group, Dr. H. Siswanto, S.Sos., S.Ak., M.M., memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki semangat dan ketekunan dalam berwirausaha. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan membutuhkan proses dan keberanian untuk memulai.
Dalam pesannya, Siswanto mengatakan,

“Dalam berbisnis, tidak ada kesuksesan yang datang secara instan. Semua membutuhkan proses, kerja keras, dan tindakan nyata.”

Ia menambahkan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti.

“Usaha itu kalau gagal bukan berarti berhenti, tapi diperbaiki. Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga untuk tumbuh lebih baik dan lebih kuat,” tambahnya.

Dari pihak kampus, Ketua Panitia KOL IAI Al-Khairat Pamekasan, Qayyim Asya’ari, M.E., menyampaikan apresiasi kepada PT Indo Bismar atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa di dunia kerja.
Dalam sambutannya, Qayyim mengatakan,

“Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi dan pengalaman berharga kepada para mahasiswa agar dapat memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari diterapkan secara langsung di lapangan.”

Ia juga menyampaikan harapannya agar kerja sama antara kampus dan perusahaan dapat terus berlanjut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Indo Bismar yang telah menerima dan menyambut kami dengan baik. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Indo Bismar merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan grosir dan ritel perangkat teknologi seperti komputer, notebook, dan smartphone. Berdiri sejak tahun 2000, Indo Bismar kini telah memiliki 27 cabang yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Perusahaan ini juga menjadi mitra resmi berbagai merek teknologi seperti ASUS, HP, DELL, ACER, dan LENOVO, serta pernah dinobatkan sebagai salah satu Best Retailer dari beberapa brand ternama.

Kegiatan KOL ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama antara mahasiswa dan pihak manajemen PT Indo Bismar.

Categories
Blog Ebis ESY

Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Kunjungi PT Amerta Indah Otsuka: Belajar Langsung Dunia Industri

Pasuruan – Sebanyak 55 mahasiswa dari dua program studi, yaitu Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Al-Khairat Pamekasan, melaksanakan kegiatan Kuliah Observasi Lapangan (KOL) ke PT Amerta Indah Otsuka, pada Selasa, 5 November 2025.

Setibanya di lokasi, para mahasiswa disambut hangat oleh pihak perusahaan dan langsung diajak untuk melakukan tur pabrik. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung proses produksi beberapa produk terkenal Otsuka, salah satunya Soyjoy — camilan sehat berbahan dasar kedelai.

Tur berlanjut ke pabrik Pocari Sweat, minuman isotonik yang berfungsi menggantikan cairan dan elektrolit tubuh setelah beraktivitas. Selama kunjungan, pihak Otsuka memberikan penjelasan menyeluruh tentang proses produksi, standar kualitas, hingga filosofi perusahaan dalam menghadirkan produk yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Setelah kegiatan tur pabrik, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama pihak PT Otsuka. Dalam kesempatan tersebut, Didik Pribadi, Corporate Communication PT Amerta Indah Otsuka, menjelaskan tentang program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada dua bidang utama, yaitu lingkungan dan kesehatan.

Selain itu, Otsuka juga memiliki program CSR di bidang pendidikan melalui Rumah Belajar yang berlokasi di area pabrik, tepatnya di sebelah masjid. Program ini memberikan fasilitas pendidikan gratis bagi siswa-siswi SD di sekitar pabrik, berupa kegiatan belajar tambahan setiap hari Jumat setelah salat Jumat, dengan pengajar dari karyawan Otsuka sendiri.

“Selain Rumah Belajar, kami juga membantu sekolah-sekolah di sekitar dengan penyediaan buku, pembangunan fasilitas pendidikan, dan dukungan perpustakaan,” jelas Didik. Ia juga mengapresiasi semangat mahasiswa IAI Al-Khairat yang dinilainya komunikatif dan antusias. “Anak-anaknya keren dan membawa energi positif. Semoga semuanya sukses ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAI Al-Khairat Pamekasan, Haridah, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT Amerta Indah Otsuka atas sambutan serta kesempatan belajar yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Otsuka Indonesia yang telah menerima mahasiswa kami dengan tangan terbuka. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk melihat langsung bagaimana dunia industri menerapkan nilai-nilai tanggung jawab sosial dan profesionalisme dalam bekerja,” ungkap Haridah.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan dunia industri seperti PT Otsuka merupakan langkah strategis kampus dalam memperkuat kompetensi mahasiswa. “Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut, agar mahasiswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memahami praktik nyata di lapangan,” tutupnya.

Sebagai informasi, PT Amerta Indah Otsuka merupakan perusahaan hasil kerja sama antara Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd Jepang dan PT Kapal Api, yang berdiri pada tahun 1997 dengan nama awal PT Kapal Indah Otsuka. Produk pertamanya adalah Pocari Sweat, yang menjadi tonggak awal kiprah perusahaan di Indonesia.

Pada tahun 1999, perusahaan resmi berganti nama menjadi PT Amerta Indah Otsuka. Seiring perkembangannya, Otsuka membuka pabrik pertama di Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 2004, dan pabrik kedua di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur pada tahun 2010.

Kini, produk-produk PT Amerta Indah Otsuka telah tersebar di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara melalui jaringan distribusi yang luas, baik dari kantor cabang resmi maupun para distributor.

Categories
Blog Ebis ESY

Mahasiswa IAI Al-Khairat Raih Juara 3 di Kejuaraan Pencak Silat UNEJ Cup VII Tingkat Nasional

Jember – Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat UNEJ Cup VII Tingkat Nasional yang digelar di Universitas Jember, Kabupaten Jember pada 26-28 September 2025.

Dalam kejuaraan bergengsi tersebut, atlet UKM PSHT Al-Khairat berhasil meraih Juara 3 Kelas D Dewasa Putra. Meski bukan pengalaman pertama, ia mengaku sempat merasa tegang sebelum pertandingan. “Sedikit tegang meski sudah sering ikut lomba, apalagi berat badan sempat over sehingga harus diturunkan agar tidak didiskualifikasi. Alhamdulillah berkat bimbingan official saya, Mas Rosikin, serta dukungan Mas Syamsuri selaku Ketua UKM, semua berjalan aman,” ungkapnya.

Usai pertandingan, ia menyampaikan rasa syukur meskipun hanya membawa pulang juara 3. “Alhamdulillah senang meski juara 3. Mohon maaf kepada dulur-dulur UKM PSHT Al-Khairat dan juga kampus IAI Al-Khairat karena hasilnya masih agak mengecewakan. InsyaAllah ke depan bisa lebih baik lagi di tingkat nasional. Semoga PSHT Komisariat Al-Khairat selalu jaya,” tambahnya.

Prestasi ini dipersembahkan khusus untuk UKM PSHT Al-Khairat dan Kampus IAI Al-Khairat Pamekasan sebagai bentuk dedikasi dan motivasi agar terus mengukir prestasi di kancah nasional.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa IAI Al-Khairat di ajang nasional. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki kualitas, semangat juang, dan daya saing yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan pesan motivasi bagi seluruh mahasiswa.

“Prestasi ini jangan berhenti di sini. Saya berharap capaian ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan doa, kita mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Teruslah mengharumkan nama UKM PSHT dan Kampus IAI Al-Khairat tercinta,” pungkasnya.

Categories
Blog Ebis ESY

Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Raih Prestasi di Ajang Internasional

Pamekasan, 17 April 2025 — Salah satu mahasiswa Institut Agama Islam Al-Khairat (IAI) Pamekasan, Yolanda Chintya Bella, dari Program Studi Ekonomi Syariah, berhasil meraih prestasi di ajang internasional Global Youth Innovation Summit yang diselenggarakan pada 14–17 April 2025 di Singapura dan Malaysia.

Yolanda meraih Juara 2 dalam kategori SDGs Project Presentation dan Juara 3 sebagai Tim Terbaik. Dalam kegiatan tersebut, ia juga dipercaya sebagai ketua tim Social Entrepreneurship.

“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa meraih Juara 2 dan Juara 3 dalam ajang ini. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi saya, terutama karena dipercaya menjadi ketua tim,” ungkap Yolanda.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di dunia dan bertujuan mendorong inovasi anak muda dalam bidang sosial dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Rido, M.Si, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Saya mengapresiasi dan merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh Chintya. Ia adalah mahasiswa yang sangat aktif, tidak hanya dalam kegiatan perlombaan, tetapi juga aktif di organisasi, kegiatan ilmiah, dan aktivitas lainnya. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa IAI Al-Khairat mampu bersaing di level internasional dan membawa nama baik institusi,” ujarnya.

Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa IAI Al-Khairat untuk terus berkembang dan berkontribusi secara positif di berbagai bidang.

Categories
Blog Ebis ESY Tarbiyah

Dua Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Raih Juara dalam Lomba Vloger Museum Mandhilaras

Pamekasan – Dua mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan berhasil meraih juara dalam ajang Lomba Vloger Museum Mandhilaras Pamekasan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan.
Acara ini digelar pada 8 Agustus 2025, sementara penyerahan hadiah dilakukan pada 10 Oktober 2025.

Mahasiswa yang berhasil meraih prestasi tersebut adalah Ayu Andira, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Linda Ayuni, mahasiswi Ekonomi Syariah.
Keduanya menampilkan karya vlog yang mengangkat nilai-nilai sejarah dan budaya lokal melalui pendekatan kreatif dan edukatif.

Dalam keterangannya, Ayu Andira mengungkapkan rasa haru dan syukur atas pencapaian tersebut.

“Saya merasakan campuran emosi yang tak terlukiskan. Rasa syukur, bangga, dan bahagia memenuhi hati saya. Namun di balik itu semua, keberhasilan ini tidak luput dari doa orang tua, dukungan teman, dan sahabat. Ini jadi awal dari perjalanan baru. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri,” ujar Ayu.

Sementara itu, Linda Ayuni juga menyampaikan rasa syukurnya karena ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba sejak kuliah.

“Alhamdulillah, benar-benar bersyukur karena ini baru pertama kalinya saya mengikuti lomba sejak kuliah, dan tidak menyangka bisa menang,” kata Linda.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., memberikan apresiasi atas pencapaian kedua mahasiswa tersebut.

“Kami mengapresiasi capaian dua mahasiswa yang berhasil meraih juara dalam lomba bloger Museum Mandhilaras. Prestasi ini menunjukkan semangat belajar dan kepedulian mereka terhadap budaya lokal. Semoga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya,” ujarnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi dorongan bagi mahasiswa IAI Al-Khairat lainnya untuk terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan kreatif, edukatif, dan pelestarian budaya lokal di Kabupaten Pamekasan.

Categories
Blog Ebis ESY

Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Kunjungi Kantor BSI Regional Surabaya

Surabaya, 5 November 2025 — Sebanyak 55 mahasiswa dari dua program studi, yakni Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, melaksanakan Kuliah Observasi Lapangan (KOL) ke Kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Surabaya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran praktis untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia kerja lembaga keuangan syariah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah secara langsung di lapangan, serta melihat bagaimana teori yang dipelajari di kampus diimplementasikan dalam industri perbankan.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan ramah oleh pihak BSI Maslahat Surabaya. Suasana hangat terasa saat acara pembukaan berlangsung. Dalam sambutannya, Manager Kantor BSI Maslahat Surabaya, Zaini Syam, mengucapkan selamat datang sekaligus memperkenalkan peran dan jangkauan kerja BSI.

“Selamat datang di BSI Regional Surabaya. Kami merasa senang bisa menerima kunjungan dari rekan-rekan mahasiswa di sini. Perlu diketahui, BSI memiliki delapan regional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dan Surabaya menjadi salah satu pusat kegiatan penting bagi kami,” ujarnya.

Zaini juga menyoroti kontribusi besar BSI dalam pengelolaan zakat nasional yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Saat ini, zakat terbesar di Indonesia adalah zakat yang dikelola oleh BSI. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan masyarakat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang luas,” tambahnya.

Sementara itu, dari pihak kampus, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., turut memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kegiatan lapangan seperti ini sebagai bentuk pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Sebagai pimpinan institusi, beliau mengapresiasi langkah BSI yang membuka ruang belajar langsung di dunia industri.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini menjadi kesempatan berharga bagi kita semua untuk belajar secara expert langsung ke BSI Maslahat. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menambah ilmu, tapi juga memperluas jaringan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan diri mahasiswa,” ungkapnya.

Dalam lanjutan sambutannya, beliau juga menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dan mendukung kegiatan ini. Kami juga mohon maaf yang sedalam-dalamnya apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan. Semoga kegiatan ini membawa banyak manfaat dan menjadi inspirasi untuk langkah-langkah selanjutnya,” imbuhnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Rahadi Kristiyanto, S.H., M.H., CPFI., CRM., selaku Senior Business Development Micro Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Regional Office VIII Surabaya. Dalam penjelasannya, beliau membahas tentang peran teknologi dalam sistem keuangan modern.

“Fintech merupakan penerapan teknologi dalam layanan keuangan yang bertujuan meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna dalam melakukan transaksi atau mengelola keuangan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan fintech turut membawa perubahan besar pada pola layanan keuangan di Indonesia.

“Pertumbuhan fintech di Indonesia didorong oleh tingginya penggunaan smartphone dan internet, dukungan regulasi dari OJK dan Bank Indonesia, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat dan fleksibel,” ungkapnya.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan seputar inovasi dan peluang karier di bidang keuangan syariah.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan. Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan baru dan pengalaman langsung yang dapat memperkaya proses pembelajaran mereka di bidang ekonomi dan perbankan syariah.