Categories
Blog

ICIT 2026 Selesai Digelar, Berikut Peserta Penerima Penghargaan Terbaik

Pamekasan – The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 sukses digelar secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026.

Konferensi internasional yang mengangkat tema “Islamic Financial Literacy for Sustainable Development” ini diikuti sebanyak 258 peserta dari berbagai negara, mulai dari akademisi, peneliti, dosen hingga mahasiswa.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah terkait penguatan literasi keuangan syariah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang. Berbagai topik dipresentasikan dalam konferensi ini, mulai dari ekonomi Islam, pendidikan, filantropi, hingga perkembangan teknologi dalam perspektif Islam.

Selain sesi pemaparan paper, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dalam tiga kategori utama, yakni Best Presenter Award, Best Paper Award, dan Best Engagement Award. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas presentasi, kontribusi akademik, partisipasi aktif, serta keterlibatan peserta selama konferensi berlangsung.

Pada kategori Best Presenter Award, juara pertama diraih oleh Ika Yunia Fauzia bersama tim kolaborasi lintas universitas Indonesia dan Mesir melalui paper berjudul “The Maqashid Sharia Approach on the Ontology of Islamic Green Economy”. Posisi kedua ditempati Musa Al Kadzim dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan karya ilmiah tentang keadilan ekonomi dalam feminisme Islam. Sementara juara ketiga diraih Badik Santoso dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui penelitian mengenai tantangan implementasi penjaminan mutu pendidikan madrasah.

Sementara itu, pada kategori Best Paper Award, penghargaan terbaik berhasil diraih Mohd. Huefiros Efizi bin Husain bersama tim dari Malaysia dan Indonesia melalui paper yang membahas penetapan upah minimum berdasarkan perspektif maqasid syariah di Malaysia dan Indonesia. Juara kedua diraih Piet Hizbullah Khaidir dari STIQSI Lamongan dengan kajian mengenai otoritas keagamaan tradisional dan kecerdasan buatan di era post-truth. Sedangkan posisi ketiga ditempati Ni’mal Chala dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui riset inovasi filantropi Islam berbasis budaya pesantren dalam memperkuat literasi keuangan madrasah.

Pada kategori Best Engagement Award, juara pertama diraih Linda Ayuni dari Prodi Ekonomi Syariah IAI Al-Khairat Pamekasan melalui paper tentang pemanfaatan platform digital dan inovasi fintech untuk meningkatkan literasi keuangan syariah generasi Z. Posisi kedua diraih Rasyidin dari STIT Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Adapun juara ketiga diraih Shariar Hasan dari University of Science and Technology Chittagong dengan penelitian mengenai hubungan pemikiran Islam dan Sustainable Development Goals (SDGs) di Bangladesh.

Ketua Panitia ICIT 2026, Dr. Aang Kunaifi, mengaku bersyukur konferensi internasional tersebut berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta berbagai negara. Menurutnya, ICIT 2026 bukan sekadar agenda akademik tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan berbagai gagasan dan pemikiran Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.

“ICIT 2026 bukan hanya forum akademik biasa, tetapi menjadi ruang kolaborasi internasional dalam membangun pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman. Kami sangat bersyukur karena konferensi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta berbagai negara,” ujarnya.

Ia berharap hasil diskusi dan penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan literasi keuangan syariah dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.

“Kami berharap ICIT 2026 dapat melahirkan gagasan-gagasan baru, memperkuat jejaring akademik internasional, serta menjadi inspirasi dalam pengembangan pemikiran Islam yang adaptif terhadap tantangan global,” tambahnya.(vick)