Categories
Blog

Usung Tema Aksi Nyata Desa Berdaya, IAI Al-Khairat Lepas 257 Mahasiswa ke 21 Desa

PAMEKASAN – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan secara resmi melepas 257 mahasiswa peserta Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXXI Tahun Akademik 2025/2026 di halaman IAI Al-Khairat Pamekasan, Sabtu (25/7/2026).

Prosesi pelepasan tersebut dihadiri pimpinan kampus, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh peserta PKN.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor I IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh. Dannur, M.Pd.I., mewakili Rektor menyampaikan tiga pesan yang diharapkan menjadi bekal mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Pesan pertama yang disampaikan ialah pentingnya meluruskan niat. Menurutnya, keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi juga dari niat tulus mahasiswa dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Meluruskan niat, sekalipun terdengar klasik, tetapi nasihat ini merupakan sebuah warisan. Jangan pernah lupa dari mana kita berangkat. Sebagai bagian dari kampus putih, kita memiliki tanggung jawab moral yang besar, terlebih ketika masyarakat mengenal kita dengan panggilan ustaz,” pesannya.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar bijak dalam menggunakan media sosial selama menjalankan PKN. Menurutnya, setiap aktivitas mahasiswa yang menggunakan identitas maupun logo IAI Al-Khairat Pamekasan turut membawa nama baik institusi.

“Hari ini adalah era media. Karena itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial, terutama ketika menggunakan logo Al-Khairat,” ujarnya.

Tak kalah penting, Moh. Dannur juga berpesan agar mahasiswa menjaga etika dan pergaulan selama berada di lokasi pengabdian. Ia menilai sikap mahasiswa akan menjadi cerminan kampus di mata masyarakat.

“Benar-benar jaga pergaulan selama berada di lokasi PKN. Jadilah teladan yang baik di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil wawancara, Ketua Panitia PKN XXXI IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh. Ramin, M.E., menjelaskan, PKN tahun ini mengusung tema “Aksi Nyata Desa Berdaya” dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR).

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih agar mahasiswa tidak hanya datang membawa program kerja, tetapi juga mampu membangun kemitraan dengan masyarakat dalam setiap tahapan pengabdian.

“Kami ingin mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar pelaksana program. Karena itu, pendekatan PAR menjadi dasar pelaksanaan PKN tahun ini agar seluruh kegiatan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Moh. Ramin menjelaskan, PKN XXXI merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan sedikitnya 120 SKS.

Pelaksanaan PKN reguler akan berlangsung mulai 25 Juli hingga 25 Agustus 2026. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta akan mempresentasikan laporan hasil pengabdian pada 1 September 2026.

Sebanyak 257 mahasiswa akan ditempatkan di 21 desa yang berada di 10 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Selain itu, IAI Al-Khairat Pamekasan juga mengirimkan satu kelompok PKN Internasional ke Malaysia sebagai bagian dari penguatan pengalaman pengabdian di tingkat global.

“Peserta akan ditempatkan dalam kelompok yang berisi sekitar 10 hingga 15 mahasiswa. Kami berharap setiap kelompok mampu menggali potensi desa sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat,” katanya.

Selama berada di lokasi, mahasiswa akan menjalankan berbagai tahapan, mulai dari observasi, pemetaan potensi dan permasalahan desa, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan program prioritas, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi bersama masyarakat. Seluruh proses dilakukan secara partisipatif agar program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan dapat berkelanjutan.

Di akhir wawancara, Moh. Ramin berharap PKN XXXI tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Harapan kami, PKN tidak berhenti sebagai kewajiban akademik. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, serta meninggalkan program yang manfaatnya tetap dirasakan meskipun masa PKN telah selesai,” pungkasnya.(pin/vik)

Categories
Blog

IAI Al-Khairat Pamekasan Jadi Mitra Beasiswa Magister PAI Pemprov Jatim 2026

Pamekasan – Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan ditunjuk sebagai mitra pelaksana Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) untuk Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2026.

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam melalui jenjang pendidikan magister.

Berdasarkan undangan peluncuran program yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kegiatan launching Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 berlangsung pada Rabu, 1 Juni 2026, di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang dipercaya menjadi mitra pelaksana, IAI Al-Khairat Pamekasan akan berperan dalam penyelenggaraan Program Magister Pendidikan Agama Islam bagi penerima beasiswa yang berasal dari jalur yang ditetapkan oleh LPPD Provinsi Jawa Timur.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi para guru, tenaga kependidikan, maupun insan pesantren yang ingin meningkatkan kompetensi akademik di bidang Pendidikan Agama Islam sekaligus memperkuat kualitas pendidikan Islam di Jawa Timur.

Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., mengatakan bahwa penunjukan kampus IAI Al-Khairat sebagai mitra pelaksana Program Beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui LPPD kepada IAI Al-Khairat Pamekasan sebagai mitra pelaksana Program Magister Pendidikan Agama Islam Tahun 2026. Kepercayaan ini menjadi amanah yang akan kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab melalui tata kelola akademik yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren dan pendidikan Islam.” Katanya.

Lebih lanjut, Rektor Ali Ridho menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat pesantren sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Jawa Timur.

“Kami berharap program beasiswa ini dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi para guru, tenaga kependidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. IAI Al-Khairat Pamekasan berkomitmen menjadi mitra yang mampu menghadirkan pendidikan yang unggul, berintegritas, serta melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan agama Islam dan kemajuan masyarakat.” Pungkasnya.